Selama Empat Bulan, Terjadi 622 Kasus Kekerasan Seksual Anak

Siswanto | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2014 | 08:23 WIB
Selama Empat Bulan, Terjadi 622 Kasus Kekerasan Seksual Anak
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebutkan sebanyak 3.023 kasus pelanggaran hak anak terjadi di Indonesia selama 2013 dan 58 persennya merupakan kasus kejahatan seksual.

Yang menyedihkan lagi, tahun 2014, kasus kekerasan seksual terhadap anak masih tetap terjadi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 622 laporan kasus kekerasan terhadap anak sejak Januari hingga April 2014.

Sebagai lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menaruh perhatian besar terhadap fenomena tersebut. Untuk itu, ACT yang mempunyai program Global Child Care bersama KPAI, Dokter Sahabatku, dan pemerhati anak Kak Seto Mulyadi berkolaborasi dalam program Aku Mandiri “Anak Mampu Menjaga Diri.”

Director ACT Nurman Priatna mengungkapkan, kata mandiri selama ini masih diimplementasikan secara ambigu. Kata mandiri hanya diimplementasikan hanya untuk aktivitas dasar anak. Padahal, mandiri bisa dimaknai dengan bagaimana kepahaman dan kesiapan anak minimal untuk menjaga dirinya baik fisik maupun mental. Mandiri diartikan bagaimana anak menjaga diri dari segala macam kejahatan yang akan menyerangnya.

“Kami ingin memberi makna baru bahwa mandiri bukan hanya aktivitas dasar anak, tapi juga anak mampu menjaga dirinya,” kata dia, Selasa (24/6/2014).

Vice President ACT M. Insan N mengatakan program ini merupakan salah satu cara mengurangi dampak risiko semakin dasyatnya problem sosial anak-anak dan menjadikan anak serta orangtua memahami bahaya yang mengancam masa depan mereka.

“Anak-anak dapat melakukan cegah dini terhadap semua bentuk eksploitasi atas nama anak-anak dan membangun percaya diri juga kesadaran menjaga dirinya. Orangtua juga memahami bahaya yang mengancam anak-anak mereka,” kata dia.

Program Aku Mandiri, kata dia, disampaikan dengan cara roadshow mendongeng secara massal di depan seribu anak-anak di kota-kota besar seluruh Indonesia. Program ini menjadi sebuah gerakan anak-anak Indonesia mencegah dan menghadapi bahaya eksploitasi dan kekerasan pada anak dengan materi komunikasi yang menyenangkan.

Materi komunikasi berbentuk dongeng dan kartun mengenai pendidikan seks sejak dini. Program ini diharapkan menjadi sebuah gerakan anak-anak Indonesia mencegah dan menghadapi bahaya eksploitasi dan kekerasan pada anak-anak. Program ini juga jadi salah satu cara mengedukasi khalayak luas mengenai problematika sosial pada anak.

“Acara ini akan diadakan di lima kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta Medan, Surabaya dan Makassar,” kata dia.

Salah satu daerah yang dianggap ‘rawan’ di Jakarta adalah Kecamatan Tambora. Kecamatan ini merupakan kecamatan terpadat se-Asia Tenggara. Luas wilayah Kecamatan Tambora yang sangat terbatas dihuni oleh penduduk yang sangat besar sebanyak 276.691 jiwa dengan kepadatan 51.239 jiwa/km².

Hal ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan dan meningkatnya Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Menurut Dokter Sahabatku, Dr Dedi, anak terlantar, anak nakal, pelacuran, pengemis, gelandangan, waria, korban narkoba, eks-napi, lansia terlantar, fakir miskin, penyandang cacat dan anak jalanan di Tambora sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

“Akibatnya, pemandangan tersebut menjadi suatu hal yang lumrah. Instansi setempat pun hanya berfokus pada pengentasan ekonomi. Sementara kasus kekerasan terhadap anak seakan tidak ada,”kata Dedi yang sempat menangani salah satu anak korban kekerasan seksual di Tambora.

Sekretaris KPAI Erlinda mengatakan perlu komitmen berkesinambungan dari seluruh pihak, terutama dalam hal pelibatan masyarakat khususnya orangtua. Kegiatan Aku Mandiri ini, kata dia, adalah salah satu cara untuk mengedukasi keluarga dengan penyampaian materi yang halus dan menyenangkan.

“Penguatan terhadap keluarga sangat dibutuhkan, namun jangan sampai menggurui. Kegiatan ini jadi salah satu aksi yang sedikit banyaknya dapat mengedukasi mereka. Ini juga sebagai reminding agar pemerintah turut aktif,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Guru JIS Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro

Tiga Guru JIS Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro

News | Senin, 23 Juni 2014 | 10:43 WIB

Kasus Sodomi JIS, Polisi Analisa Handycam yang Disita dari Sekolah

Kasus Sodomi JIS, Polisi Analisa Handycam yang Disita dari Sekolah

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 15:42 WIB

Kasus Kejahatan Seksual, Status Empat Guru JIS Masih Saksi

Kasus Kejahatan Seksual, Status Empat Guru JIS Masih Saksi

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 15:26 WIB

Terkini

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:34 WIB

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:24 WIB

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:05 WIB

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:34 WIB

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26 WIB

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:10 WIB

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:40 WIB

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:12 WIB

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB