Pecat Tiga Kader Golkar, Aburizal Dinilai Terlalu Emosional

Siswanto

Rabu, 25 Juni 2014 | 06:19 WIB
Pecat Tiga Kader Golkar, Aburizal Dinilai Terlalu Emosional
Zainal Bintang (tengah), politisi senior Partai Golkar dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MKGR (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Tindakan DPP Partai Golkar memecat tiga kader karena berbeda haluan dengan partai mendapat kecaman keras dari berbagai pihak. Kecaman antara lain datang dari kader Golkar yang berhimpun dalam wadah Keluarga Besar Eksponen Ormas Tri Karya Golkar, yang menghimpun kader yang berbasis Ormas pendiri Golkar (SOKSI, Ormas MKGR dan Kosgoro 57).

Menurut Ketua Koordinator Pusat Eksponen Tri Karya Golkar, Zainal Bintang, tindakan pemecatan itu menunjukkan bukti bahwa Aburizal Bakrie alias Ical selaku Ketua Umum Partai Golkar tidak paham berpolitik. "Tindakan main pecat kader Golkar, membuktikan ARB itu emosional," kata Bintang kepada suara.com, Rabu (25/6/2014).

Bintang yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ormas MKGR mengatakan kultur politik berbeda dengan kultur pebisnis. Latar belakang Aburizal sebagai pebisnis alias saudagar, kata Bintang, mempengaruhi tindakannya di dalam mengelola partai politik.

"Posisi sebagai Ketua Umum Golkar diterjemahkan sebagai pemegang saham mayoritas yang semau gue, sebagaimana lazim di dalam organisasi pedagang," kata Bintang.

Terkait kasus pemecatan itu, Bintang menyatakan siap membela kader Golkar yang dipecat dan bahkan akan menggugat balik Aburizal.

”Saya mengecam keras pemecatan itu. Mereka kader terbaik dan pemecatan ini akan menghancurkan Golkar. Pemecatan ini menunjukkan ARB panik dan tak memahami kultur politik. Dia hanya faham gaya otoritarian dalam dunia bisnis, lalu mempraktikkannya di partai,” kata Bintang.

Seperti diketahui Partai Golkar memecat tiga kader mereka dari keanggotaan partai. Mereka dinilai tidak mematuhi keputusan partai untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Ketiga kader yang dipecat adalah Ketua DPP Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Bendahara DPP Golkar Nusron Wahid, serta Poempida Hidayatulloh. Ketiga kader yang dipecat juga tercatat sebagai anggota DPR dari Partai Golkar.

Eksponen Tri Karya Golkar menilai timbulnya konflik internal dalam tubuh Golkar merupakan risiko dari dinamika proses demokrasi yang sedang dibangun di Indonesia. Jadi, kata Bintang, kalau ada perbedaan pandangan antara individu kader dan "penguasa" alias pengurus teras partai, jawabannya bukan tindakan bumi hangus.

"Bagaimanapun juga harus ada tahapan-tahapan kebijakan di internal partai, mengingat semua kader, apakah anggota biasa atau pengurus, terhimpun sebagai keluarga besar. Tindakan pemecatan merupakan sikap tidak bijaksana dan merupakan perilaku otoriter elite DPP Golkar di bawah kepemimpinan ARB," ujar Bintang.

Menurut Bintang, tindakan pemecatan akan semakin memperburuk citra Aburizal sebagai pimpinan partai yang belakangan semakin terpuruk karena gagal menjadi capres atau cawapres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Pemecatan di Golkar, Poempida Dukung Pendapat Agus

Soal Pemecatan di Golkar, Poempida Dukung Pendapat Agus

News | Rabu, 25 Juni 2014 | 05:47 WIB

Agus Gumiwang: Pemecatan Tidak Sesuai Prosedur

Agus Gumiwang: Pemecatan Tidak Sesuai Prosedur

News | Selasa, 24 Juni 2014 | 21:25 WIB

Dipecat Golkar, Poempida: Ini Takdir Baik dari Allah

Dipecat Golkar, Poempida: Ini Takdir Baik dari Allah

News | Selasa, 24 Juni 2014 | 14:46 WIB

Gubernur Sulbar Bantah Dukung Jokowi, Sore Ini Minta Klarifikasi Ical

Gubernur Sulbar Bantah Dukung Jokowi, Sore Ini Minta Klarifikasi Ical

News | Selasa, 24 Juni 2014 | 12:00 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×