7 Kelompok Teroris Terkaya di Dunia

Liberty Jemadu

Kamis, 26 Juni 2014 | 14:46 WIB
7 Kelompok Teroris Terkaya di Dunia
Pemimpin Boko Haram, Abubakar Sheaku (YouTube).

Suara.com - Kelompok teroris selalu dikenal sebagai kelompok yang sadis, kejam, dan tidak manusiawi. Tetapi sedikit yang menyadari, layaknya kejahatan terorganisasi lainnya, kelompok teroris sangat strategis dan penuh perhitungan ketika beroperasi.

Salah satu kekuatan utama organisasi teroris terletak pada saling kebergantungan antara mereka dengan wilayah tempat mereka beroperasi. Saling kebergantungan dalam hal ekonomi menjadi faktor utama mengapa kelompok teroris sulit ditumpas.

Teroris biasanya mendulang uang dari kegiatan kriminal seperti pemerasan, perampokan, pembunuhan, penjualan manusia, pemalsuan, dan penjualan obat terlarang.

Selain itu kelompok teroris juga biasanya punya pendukung di pemerintahan atau dunia bisnis yang secara teratur membiayai operasi mereka. Bahkan pemerintah sendiri bisa menjadi sumber uang kelompok teroris. Tentu saja sumbangan-sumbangan itu dialirkan melalui jalur-jalur tersembunyi.

Lalu dari ratusan kelompok teroris di dunia, kira-kira kelompok apa yang paling banyak mendulang uang dari bisnis terorisme ini?

Berikut adalah tujuh kelompok teroris paling kaya di dunia menurut penelusuran The Richest:

7. Boko Haram
Kelompok teroris yang beroperasi di Nigeria ini berjuang mendirikan negara Islam di negara itu. Mereka diduga mengumpulkan uang dari perampokan dan terutama penculikan yang berujung pada permintaan tebusan. Baru-baru ini Boko Haram mencuri perhatian dunia setelah menculik lebih dari 200 orang gadis sekolah di Nigeria. Pada periode 2006 sampai 2011 organisasi itu diduga sudah menghasilkan 70 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp847 miliar.

6. Laskar e Taiba
Kelompok yang berdiri di Pakistan pada 1990an ini pada 2008 sempat mengejutkan dunia dengan menyerang dan mengacaukan Mumbai, di India. Mereka memperoleh dana dari sumbangan sejumlah warga Pakistan di dalam dan luar negeri dari aksi-aksi kemanusia di daerah bencana. Selain itu mereka juga didanai pemerintah Pakistan dan Arab Saudi. Penghasilan mereka setiap tahun diperkirakan sekitar 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,2 triliun).

5. FARC
Kelompok teroris Pasukan Revolusioner Bersenjata Kolombia (FARC), yang berideologi Marxis, berdiri pada 1960an. Mereka melancarkan pembunuhan warga sipil, penculikan, dan pemboman. Selain dari pemerasan dan uang tebusan, FARC mendapatkan uang dari penjualan obat terlarang. Setiap tahunnya kelompok ini mendulang sekitar 80 juta dolar sampai 350 juta dolar AS (sekitar Rp969 miliar sampai Rp4,2 triliun).

4. Al Qaeda
Didirikan oleh Osama bin Laden di sekitar 1980an, Al Qaeda adalah salah satu kelompok teroris paling mematikan di dunia yang berhasil melancarkan serangan ke Amerika Serikat pada 2001 silam. Menurut hitungan badan intelijen AS, CIA, sebelum serangan di New York pada 11 September 2001, Al Qaeda bisa meraup 30 juta dolar AS hanya dari donasi. Kini jumlah penghasilan organisasi itu diyakini sudah bertambah tiga kali lipat menjadi lebih dari 100 juta dolar AS (Rp1,2 triliun) per tahun.

3. Taliban
Organisasi yang sempat menjadi rezim berkuasa di Afghanistan mendulang sekitar 400 juta dolar AS (sekitar Rp4,8 triliun) per tahun terutama dari penjualan obat-obat terlarang, pemerasan, dan penjualan manusia. Opium adalah komoditas utama Taliban.

2. IRA
Irish Republican Army (IRA) sering disebut sebagai organisasi pencuci uang paling top di Eropa. Memperjuangkan kemerdekaan Irlandia dari Inggris selama beberapa dekade, IRA bertanggung jawab atas pembunuhan dan pemboman di wilayah Inggris dan Irlandia.

IRA kini menguasai sejumlah bisnis berskala kecil di seluruh Inggris. Mereka juga menghasilkan uang dari penggelapan pajak, penjualan narkotika, perampokan, dan pemalsuan. Mereka diduga menghasilkan 450 juta per tahun (sekitar Rp5,4 triliun).

Pada 2013 surat kabar Irish Independent melaporkan bahwa IRA bekerja sama dengan mafial Italia, mengolah aset properti senilai 450 juta euro. Pada 2005 Guardian pernah melaporkan bahwa IRA menghasilkan 17 juta dolar AS per tahun dari bisnis penyelundupan.

1. ISIS
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang sempat berafiliasi dengan Al Qaeda, kini disebut sebagai organisasi teroris paling kaya di dunia. Diduga ISIS menguasai kekayaan senilai 2 miliar dolar AS (sekitarRp24,2 triliun), yang terungkap berdasarkan pengakuan salah satu petingginya ditangkap oleh militer Irak.

Sebagian besar kekayaan ISIS diperoleh dari penjarahan artefak bersejarah dan perampokan bank. (The Richest)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terduga Teroris dari Cipayung Rencanakan Pembakaran Pos Polisi

Terduga Teroris dari Cipayung Rencanakan Pembakaran Pos Polisi

News | Rabu, 25 Juni 2014 | 11:46 WIB

Boko Haram Culik Anak-anak Untuk Dijadikan Tentara

Boko Haram Culik Anak-anak Untuk Dijadikan Tentara

News | Kamis, 19 Juni 2014 | 20:17 WIB

Ledakan Guncang Lokasi Nonton Bareng Piala Dunia di Nigeria

Ledakan Guncang Lokasi Nonton Bareng Piala Dunia di Nigeria

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 05:04 WIB

Boko Haram Serang Empat Desa, 500 Orang Tewas

Boko Haram Serang Empat Desa, 500 Orang Tewas

News | Kamis, 05 Juni 2014 | 20:31 WIB

Taliban Bebaskan Tentara AS yang Diculik pada 2009

Taliban Bebaskan Tentara AS yang Diculik pada 2009

Video | Rabu, 04 Juni 2014 | 17:55 WIB

Kelompok Boko Haram Semakin Brutal

Kelompok Boko Haram Semakin Brutal

News | Kamis, 29 Mei 2014 | 01:27 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×