Sebab Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: TKI Telat Datang

Siswanto

Senin, 07 Juli 2014 | 07:25 WIB
Sebab Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: TKI Telat Datang
Petugas memasang segel pada gembok kotak suara yang berisi logistik Pilpres. [Antara/Fikri Yusuf]

Suara.com - Pemungutan suara Pemilu Presiden 2014 yang berlangsung di sekitar Taman Victoria, Hongkong, berlangsung ricuh lantaran ratusan tenaga kerja Indonesia kesal dengan tindakan Panitia Pemilihan Luar Negeri.

Mereka kesal karena belum memberikan hak suara, tetapi panitia sudah menutup pagar tempat pengambilan suara.

Pemerintah Hongkong dan Macau memberikan izin kepada Perwakilan RI di Hongkong dan Macau untuk menggunakan fasilitas publik bagi penyelenggaraan pemungutan suara Pilpres 2014.

Konsulat Jenderal RI di Hongkong menyiapkan 13 TPS di Central Lawn Victoria Park, dan dua TPS di Macau.

Jumlah pemilih keseluruhan untuk dua wilayah itu 114.662 orang, 18.126 orang di antaranya menggunakan hak pilihnya melalui pos.

Dari jumlah itu yang hadir TPS tercatat 23.569 pemilih di Hongkong dan 1.568 pemilih di Macau.

"Itu dikarenakan sebagian besar buruh migran Indonesia datang ke TPS lewat dari pukul 17.00 waktu setempat, padahal izin yang diberikan Pemerintah Hongkong bagi penggunaan fasilitas publik dari pukul 08.30 hingga 17.00," kata Ketua Bawaslu Muhammad di Beijing, semalam, usah memantau pelaksanaan pilpres di Hongkong.

"Sangat disayangkan memang, hak politik mereka hilang. Tapi kita harus taat pada aturan pemerintah setempat. Dan PPLN sudah berupaya untuk mengakomodasi, dan umumnya PPLN bekerja sesuai prinsip luber dan jurdil," Muhammad menambahkan.

Insiden tersebut menuai kecaman di Indonesia. Ketua Badan Litbang DPP Partai Golkar Indra Piliang melalui akun Twitter ?@IndraJPiliang mengaku sangat kecewa dengan Bawaslu yang menurutnya tidak memfasilitasi TKI yang sudah berjuang demi memberikan hak pilih.

“WAKTU jadi masalah bagi penunaian hak warga negara ya? Padahal sudah antri. WAKTU telah merampas hak2 konstitusional penghasil devisa,” katanya.

“Gegara WAKTU habis, warga negara yg berjuang keras di negara lain dg segala masalahnya, jadi korban. Kedaulatan warga negara cidera!”

“Bahkan Ketua Bawaslu dan anggota KPU Sigit Pamungkaspun tdk bisa berkompromi atas WAKTU bagi pemenuhan hak2 dasar warga negara,” demikian pernyataan Indra. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: Pilpres Lancar

Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: Pilpres Lancar

News | Senin, 07 Juli 2014 | 07:03 WIB

Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong Dikecam "Netizens"

Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong Dikecam "Netizens"

News | Senin, 07 Juli 2014 | 06:40 WIB

Pantau Dugaan Kampanye Terselubung Kubu Prabowo, Anggota Panwaslu Dianiaya

Pantau Dugaan Kampanye Terselubung Kubu Prabowo, Anggota Panwaslu Dianiaya

News | Senin, 07 Juli 2014 | 02:28 WIB

Ribuan Pemilih di Hong Kong Protes Tak Bisa Mencoblos

Ribuan Pemilih di Hong Kong Protes Tak Bisa Mencoblos

News | Minggu, 06 Juli 2014 | 23:25 WIB

Terkini

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:45 WIB

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:36 WIB

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:31 WIB

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:26 WIB

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:23 WIB

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 20:22 WIB

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:15 WIB

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:10 WIB

×