Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong Dikecam "Netizens"

Siswanto

Senin, 07 Juli 2014 | 06:40 WIB
Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong Dikecam "Netizens"
Petugas memasang segel pada kotak suara pilpres. [Antara/Andika Betha]

Suara.com - Pemungutan suara yang berlangsung ricuh di Hongkong karena para tenaga kerja Indonesia (TKI) merasa dipersulit untuk memberikan hak suaranya menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter sejak semalam hingga pagi hari ini, Senin (7/7/2014).

Ketua Badan Litbang DPP Partai Golkar Indra Piliang melalui akun Twitter ?@IndraJPiliang mengaku kecewa dengan Badan Pengawas Pemilu yang menurutnya tidak memfasilitasi TKI yang sudah berjuang dengan mengantre demi memberikan hak pilih.

"WAKTU jadi masalah bagi penunaian hak warga negara ya? Padahal sudah antri. WAKTU telah merampas hak2 konstitusional penghasil devisa," katanya.

"Gegara WAKTU habis, warga negara yg berjuang keras di negara lain dg segala masalahnya, jadi korban. Kedaulatan warga negara cidera!"

"Bahkan Ketua Bawaslu dan anggota KPU Sigit Pamungkaspun tdk bisa berkompromi atas WAKTU bagi pemenuhan hak2 dasar warga negara," demikian pernyataan Indra.

Seorang technopreneur dan online strategist, Nukman Luthfie, melalui akun Twitter @nukman juga mengungkapkan kekecewaannya karena kejadian yang dialami TKI di Hong Kong.

"Kecurangan dilaporkan para TKI di Hong Kong, tak hanya terdengar di tempat, tapi juga digemakan warga di Indonesia," katanya.

Nukman menambahkan kasus kisruh gara-gara TKI ingin memberikan hak suaranya di pilpres Indonesia, tapi tidak difasilitasi oleh penyelenggara pemilu, akan terdengar di dunia.

"Jangan lupa, sebagian TKI di Hong Kong ngetwit dlm bhs Inggris shg gemanya interasional," katanya.

Pengguna Twitter bernama Ernest Prakasa melalui akun ?@ernestprakasa juga turut mengecam kejadian tersebut.

"TKI pemilih Jokowi dizolimi habis di Hong Kong. Brace yourself. Winter is coming," katanya.

Penyelenggara pemilu diminta untuk tidak membiarkan kasus tersebut berlarut-larut sehingga memunculkan citra negatif bagi Indonesia. Itu sebabnya, wartawan Tempo Arif Zulkifli melalui akun Twitter ?@arifz_tempo mendesak agar Komisi Pemilihan Umum segera turun tangan menyelesaikannya.

"KPU harus bertindak cepat untk atasi kisruh pmlhn di hongkong. Membiarkan keadaan akan buat KPU dinilai tak adil," katanya.

Seperti diketahui pemungutan suara pilpres yang diselenggarakan Panitia Pemungutan Luar Negeri di Hongkong berlangsung ricuh pada Minggu (6/7/2014) sore. Ratusan TKI yang sudah kesal, mengamuk dengan cara merobohkan pagar tempat pemungutan suara. Mereka mengamuk karena pagar sudah ditutup, padahal belum memberikan hak suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar, Video Lelaki Mirip Komisioner KPU Dikepung Pemilih di Hongkong

Beredar, Video Lelaki Mirip Komisioner KPU Dikepung Pemilih di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 04:51 WIB

Pantau Dugaan Kampanye Terselubung Kubu Prabowo, Anggota Panwaslu Dianiaya

Pantau Dugaan Kampanye Terselubung Kubu Prabowo, Anggota Panwaslu Dianiaya

News | Senin, 07 Juli 2014 | 02:28 WIB

Keluarga Gus Dur Desak Prabowo Jelaskan Pernyataan "Presiden Buta"

Keluarga Gus Dur Desak Prabowo Jelaskan Pernyataan "Presiden Buta"

News | Senin, 07 Juli 2014 | 00:43 WIB

WNI di Cina Antusias Ikuti Pemungutan Suara Pilpres

WNI di Cina Antusias Ikuti Pemungutan Suara Pilpres

News | Senin, 07 Juli 2014 | 00:05 WIB

Terkini

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:45 WIB

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:36 WIB

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:31 WIB

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:26 WIB

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:23 WIB

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 20:22 WIB

×