Ricuh di Hongkong, Timses Jokowi Minta Panwas Pecat Panitia Provokatif

Siswanto

Senin, 07 Juli 2014 | 09:39 WIB
Ricuh di Hongkong, Timses Jokowi Minta Panwas Pecat Panitia Provokatif
Kotak suara dari 72 TPS di wilayah Kelurahan Cililitan dikembalikan ke Kantor Kelurahan Cililitan Jakarta, Kamis (10/4). Kotak suara dikembalikan untuk selanjutnya di buka dan dilakukan rekapitulasi di hadapan para saksi. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Tim sukses pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla sangat menyesalkan Ketua Bawaslu Muhammad dan anggota KPU Sigit Pamungkas yang dinilai tidak bisa menangani oknum panitia yang mengeluarkan pernyataan bernada intimidasi dan pengarahan dukungan saat pemungutan suara di Victoria Park, Hongkong.

"Termasuk (tidak bisa menyelesaikan) terhadap petugas (?) yang berkata bahwa pintu akan dibuka jika nyoblos nomor satu (Prabowo Subianto - Hatta Rajasa). Ini menimbulkan kemarahan para pengantre yang sebagian besar pendukung Jokowi," kata Eva kepada suara.com, Senin (7/7/2014) pagi.

Saking kecewa lantaran Muhammad dan Sigit tidak bisa selesaikan masalah, padahal mereka saat itu ada di Victoria Park, kata Eva, membuat para calon pemilih emosi dan merubuhkan pagar.

Atas kasus tersebut, kata Eva, tim sukses pasangan Jokowi - JK meminta panitia pengawas di Hongkong memproses petugas yang mengatakan coblos nomor satu tersebut.

"Dan (petugas itu) tidak diperbolehkan lagi bertugas, terutama saat penghitungan tanggal 9 karena dia tidak netral," kata Eva.

Seperti diketahui, pemungutan suara pilpres yang diselenggarakan Panitia Pemilihan Luar Negeri di Victoria Park, Hongkong, berlangsung ricuh pada Minggu (6/7/2014) sore. Penyebabnya, pagar sudah ditutup petugas, padahal ratusan TKI belum memberikan hak suara. Lalu, mereka merobohkan pagar tempat pemungutan suara.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan penutupan tersebut terjadi lantaran waktu untuk pemungutan suara sudah selesai.

“Itu dikarenakan sebagian besar buruh migran Indonesia datang ke TPS lewat dari pukul 17.00 waktu setempat, padahal izin yang diberikan Pemerintah Hongkong bagi penggunaan fasilitas publik dari pukul 08.30 hingga 17.00,” katanya.

“Sangat disayangkan memang, hak politik mereka hilang. Tapi kita harus taat pada aturan pemerintah setempat. Dan PPLN sudah berupaya untuk mengakomodasi, dan umumnya PPLN bekerja sesuai prinsip luber dan jurdil,” Muhammad menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kubu Jokowi Sesalkan Bawaslu dan KPU Tak Bisa Apa-apa di Hongkong

Kubu Jokowi Sesalkan Bawaslu dan KPU Tak Bisa Apa-apa di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 09:18 WIB

Kubu Prabowo Cek Isu Pengarahan Dukungan di Hongkong

Kubu Prabowo Cek Isu Pengarahan Dukungan di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 08:36 WIB

Kubu Prabowo Minta Pendukung Tak Terpancing Ricuh di Hongkong

Kubu Prabowo Minta Pendukung Tak Terpancing Ricuh di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 08:01 WIB

Sebab Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: TKI Telat Datang

Sebab Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: TKI Telat Datang

News | Senin, 07 Juli 2014 | 07:25 WIB

Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: Pilpres Lancar

Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: Pilpres Lancar

News | Senin, 07 Juli 2014 | 07:03 WIB

Terkini

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend,  Bukti  Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend, Bukti Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Raka Cahyana Akui Motivasi Pemain Berlipat usai Kedatangan Pelatih Baru Jelang Lawan Dewa United

Raka Cahyana Akui Motivasi Pemain Berlipat usai Kedatangan Pelatih Baru Jelang Lawan Dewa United

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 09:47 WIB

Kenapa Ruben Onsu Diboikot dan Didemo di Depan Gedung TV? Ternyata Ini Pemicunya

Kenapa Ruben Onsu Diboikot dan Didemo di Depan Gedung TV? Ternyata Ini Pemicunya

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 09:47 WIB

Perbedaan RAM dan Memori Internal HP, Jangan sampai Salah Paham

Perbedaan RAM dan Memori Internal HP, Jangan sampai Salah Paham

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 09:42 WIB

Profil Irjen Slamet Uliandi: Dulu Berjasa Seret Sambo, Kini Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Profil Irjen Slamet Uliandi: Dulu Berjasa Seret Sambo, Kini Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:41 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:41 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:35 WIB

×