KPU Tak Tahu Jumlah Pemilih di Hongkong yang Gagal Coblos

Siswanto

Selasa, 08 Juli 2014 | 15:11 WIB
KPU Tak Tahu Jumlah Pemilih di Hongkong yang Gagal Coblos

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum menolak tudingan tidak mau mengakomodir warga Indonesia di Hongkong yang belum bisa memberikan hak suaranya di pilpres 2014. Hal ini merupakan buntut kericuhan yang terjadi pada Minggu (6/7/2014) di tempat pemungutan suara Victoria Park.

Menurut Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, insiden itu terjadi lantaran adanya aksi solidaritas dari warga yang sudah mencoblos untuk menunggu teman-teman mereka yang belum mencoblos.

Saat ditanyakan jumlah WNI yang tidak bisa mencoblos lantaran waktu sudah habis, Ferry belum bisa menyebutkannya. Ferry beralasan, Badan Pengawas Pemilu belum bisa mengidentifikasi jumlah warga yang ada saat itu.

"Kemarin informasinya dari Ketua Bawaslu (Muhammad), tidak teridentifikasi jumlahnya, karena yang datang itu adalah yang sudah mencoblos, jadi membaur antara yang sudah dan belum mencoblos. Jadi tidak bisa diidentifikasi datanya," kata Ferry di kantor KPU, Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Ferry menjelaskan jam pemungutan suara di Hongkong mulai pukul 09.00 dan ditutup pukul 17.00 waktu setempat. Di luar jam itu, KPU tidak bisa mengakomodir calon pemilih.

Terkait tuntutan untuk pemungutan suara ulang atau lanjutan, KPU memastikan tidak bisa merealisasikannya.

"Enggak (perlu pemilu ulang)," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPU Bantah Ada Anggotanya Arahkan Pilih Nomor 1 di Hongkong

KPU Bantah Ada Anggotanya Arahkan Pilih Nomor 1 di Hongkong

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 14:39 WIB

KPU Ingatkan Jangan Sampai Telat Datang ke TPS

KPU Ingatkan Jangan Sampai Telat Datang ke TPS

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 13:58 WIB

Ricuh di TPS Hongkong, KPU Bantah Tak Akomodir Hak Konstitusi

Ricuh di TPS Hongkong, KPU Bantah Tak Akomodir Hak Konstitusi

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 13:49 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×