TPS Rutan KPK, Akil: Saya Pilih Nomor Tiga

Achmad Sakirin | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2014 | 11:14 WIB
TPS Rutan KPK, Akil: Saya Pilih Nomor Tiga
Kantor KPK dengan spanduk raksasa bertulisan "Pilih yang Jujur". [Suara.com/ Adrian Mahakam]

Suara.com - Delapan belas tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 18 di rumah tahanan KPK, Jakarta. Mereka berasal dari Rutan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur Kodam Jaya sebanyak 6 orang dan Rutan KPK berjumlah 12 orang.

Secara berurutan, tahanan yang memberikan suara dari Rutan Guntur adalah Mantan Presiden PKS (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq yang sudah divonis 16 tahun penjara dalam tindak pidana korupsi kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Setelah itu, giliran mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya yang memberikan suaranya.

Selanjutnya, mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Syahrul R Sampurnajaya disusul mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamid, mantan Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumut dan NAD Heru Sulaksono serta Bupati Biak Yesaya Sombuk yang baru ditangkap KPK pada 16 Juni 2014 lalu.

Setelah para tahanan Rutan Guntur, giliran tahanan yang berada di Rutan KPK ikut mencoblos. Mereka secara berurutan adalah mantan anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar Chairun Nisa yang sudah divonis 4 tahun penjara karena menjadi perantara pemberi suap dalam sengketa pilkada Gunung Mas di MK, advokat Susi Tur Andayani yang juga sudah divonis 5 tahun penjara karena menjadi perantara pemberi suap untuk mantan ketua MK Akil Mochtar, serta direktur PT Kaltim Parna Industri (KPI) Artha Meris Simbolon yang baru ditahan KPK pada 24 Juni 2014 lalu.

Pemilih selanjutnya adalah mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar yang pada 30 Juni 2014 lalu baru saja divonis penjara selama seumur hidup.

"Saya pilih nomor tiga," ujar Akil kepada wartawan tanpa rasa tegang.

Mantan menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menjadi orang yang selanjutnya memberikan suara. Selanjutnya ada orang dekat Luthfi Hasan, Fathanah yang diputus penjara 16 tahun Pengadilan Tinggi DKI Jakarta juga memberikan suaranya. Bupati BOgor Rachmat Yasin yang baru ditangkap pada 7 Mei 2014 ikut memberikan suara, namun tidak berkomentar mengenai pilihan presidennya.

Pemilik PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo yang sudah divonis 5 tahun juga ikut mencoblos diikuti Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Nanti kalau sudah selesai quick count diumumkan itulah yang menang, biasanya yang saya pilih adalah yang menang," kata Anas.

Pemilih selanjutnya adalah Direktur utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto divonis 8 tahun dalam tindak pidana korupsi "driving" simulator uji klinik pengemudi roda dua (R2) dan roda empat (R4) Korlantas Polri dan Direktur PT Papua Indah Perkasa Teddy Renyut. Tahanan KPK yang terakhir memberikan suaranya adalah adik gubernur Banten Ratut Atut Chosiyah, Tubagus Charie Wardana alias Wawan.

Proses pencoblosan berlangsung singkat mulai pukul 09.15 hingga 09.45 WIB. Hasil pemungutan suara tersebut akan dibawa ke TPS 18 kelurahan Karet.

"Awalnya ada 21 orang pemilih, tapi 3 orang sudah dipindah ke Bandung jadi totalnya ada 18 orang yang memilih di rutan KPK," kata anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 18 Sutrisno. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBNU: Menggunakan Hak Pilih Bagian dari Ibadah

PBNU: Menggunakan Hak Pilih Bagian dari Ibadah

News | Rabu, 09 Juli 2014 | 11:17 WIB

Usai "Nyoblos," Jokowi Beraksi

Usai "Nyoblos," Jokowi Beraksi

News | Rabu, 09 Juli 2014 | 11:13 WIB

KPU Kunjungi Sejumlah TPS di Jakarta

KPU Kunjungi Sejumlah TPS di Jakarta

News | Rabu, 09 Juli 2014 | 11:01 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB