Catatan Komnas HAM dari Pelaksanaan Pilpres 2014

Siswanto

Selasa, 15 Juli 2014 | 15:49 WIB
Catatan Komnas HAM dari Pelaksanaan Pilpres 2014

Suara.com - Ketua Komnas HAM Hafid Abbas mengatakan setelah memantau pelaksanaan Pemilu Presiden 2014 di 13 provinsi di Tanah Air, komnas mencatat sejumlah hal.

Di antaranya, pemenuhan hak konstitusional terhadap kelompok rentan sudah terjadi peningkatan. "Terutama tahanan dan narapidana, serta penyandang disabilitas sudah ada peningkatan," kata Hafid di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Namun, menurut Hafid, untuk hak konstitusional pasien maupun orang yang bekerja di rumah sakit masih belum terpenuhi secara maksimal.

"Sedangkan pemenuhan hak konstitusional terhadap pasien, penunggu pasien serta pegawai rumah sakit umum maupun jiwa masih bermasalah," tuturnya.

Selanjutnya Hafid mengatakan ada lima catatan Komnas HAM selama pemantauan di 13 provinsi.

Pertama, ketatnya perolehan suara antara pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dan Joko Widodo - Jusuf Kalla bisa menimbulkan potensi masalah.

Kedua, Komnas HAM mendukung dan mendorong KPU agar dapat menjalankan tugas secara profesional, obyektif, dan menjunjung tinggi netralitas.

Ketiga, Komnas HAM mendukung Bawaslu dapat melakukan pengawasan terhadap proses rekapitulasi suara hasil pilpres agar tidak terjadi manipulasi.

Empat, Komnas HAM akan membuka posko pengaduan dan melakukan pemantauan lapangan guna memastikan proses rekapitulasi berjalan dengan baik.

Lima, komnas mendorong seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan keamanan guna menghindari konflik sosial akibat sengketa hasil pilpres.

Tiga belas provinsi yang dipantau oleh Komnas HAM yaitu Aceh, Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Koalisi Permanen Diragukan, Golkar: Baru Kawin, Masa Mikir Cerai

Koalisi Permanen Diragukan, Golkar: Baru Kawin, Masa Mikir Cerai

News | Selasa, 15 Juli 2014 | 15:37 WIB

Masyarakat Disarankan Mengacu "Real Count" di Situs KPU

Masyarakat Disarankan Mengacu "Real Count" di Situs KPU

News | Selasa, 15 Juli 2014 | 14:36 WIB

KPU Masih Usut Dugaan Kecurangan 17 TPS di Sampang

KPU Masih Usut Dugaan Kecurangan 17 TPS di Sampang

News | Selasa, 15 Juli 2014 | 14:35 WIB

Ilmuwan Yakin Ada Kesalahan Metodologi Hitung Cepat Pilpres

Ilmuwan Yakin Ada Kesalahan Metodologi Hitung Cepat Pilpres

News | Selasa, 15 Juli 2014 | 14:15 WIB

Terkini

Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya

Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:53 WIB

Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia

Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari

Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:26 WIB

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:04 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:55 WIB

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB