- Direktorat Siber Polda Metro Jaya sedang menyelidiki dugaan prostitusi anak yang melibatkan warga negara asing di Jakarta Barat.
- Polsek Taman Sari menyatakan lokasi dalam video tersebut diduga bukan berada di kawasan Lokasari seperti klaim informan.
- Informan anonim menyebut mucikari kerap menawarkan anak di bawah umur di sekitar area Lokasari Plaza setiap malam.
Suara.com - Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan terkait dugaan prostitusi anak yang beredar di media sosial. Dugaan itu kembali diunggah oleh warga negara Jepang yang menyebut praktik prostitusi tersebut berada di Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.
Kapolsek Taman Sari, Kompol Bobby Mochammad Zulfikar mengatakan, kasus ini masih didalami oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya.
Namun, dari hasil penelusuran sejauh ini, lorong dalam bangunan yang ada di video diduga bukan sebuah kos-kosan.
"Itu kayak hotel wisma gitu ya. Tidak ada keterangan yang lain, apa itu hanya menjelaskan saja tempatnya di situ. Pengelolanya pun tidak, oh ini ada ini ada ini, enggak Ada melakukan tindakan prostitusi ataupun disewakan apa ya," kata Bobby saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2026).
Bobby mengklaim lokasi tersebut diduga tidak berada di Taman Sari, Jakarta Barat. Namun, WNA Jepang itu diduga merupakan tamu yang menginap di wisma tersebut.
"Bukan Lokasari itu, ya. Kalau di video aslinya itu bukan Lokasari, tapi dia menyebutkannya kan Lokasari," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikirimkan salah satu WNA Jepang mengenai prostitusi anak, disebutkan bahwa perekaman video prostitusi anak itu dilakukan menggunakan kamera tersembunyi.
Informasi tersebut menyebut para mucikari kerap menawarkan jasa di sekitar Lokasari Plaza. Waktu paling aktif bagi para mucikari menawarkan jasa esek-esek terjadi setelah pukul 20.00 WIB.
Informan Jepang yang meminta agar identitasnya dibuat anonim itu juga mengungkapkan bahwa para pedofil Jepang datang ke Lokasari karena banyak pekerja seks anak berada di sana.
Mereka sering menginap di hotel-hotel sekitar Lokasari Plaza agar memudahkan membawa pekerja seks tersebut.
Adapun lokasi penginapan yang sering dikunjungi WNA Jepang, di antaranya Hotel Prinsen Park, Sparks Life Jakarta, dan RedStar Hotel.
Biasanya, para mucikari menawarkan anak di bawah umur di depan KFC Lokasari Plaza.
Menurut informan tersebut, memang ada beberapa anak di bawah umur yang menjajakan diri di lokasi itu. Namun, jumlahnya tidak signifikan.