Tanggapan tvOne Usai Puskaptis dan JSI Menolak Diaudit Persepi

Siswanto | Suara.com

Kamis, 17 Juli 2014 | 13:08 WIB
Tanggapan tvOne Usai Puskaptis dan JSI Menolak Diaudit Persepi
Logo tvOne

Suara.com - Dua lembaga survei -- Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis dan Jaringan Suara Indonesia -- yang hasil hitung cepatnya (quick count) ditayangkan stasiun tvOne saat Pilpres 2014 ternyata menolak diaudit lembaga yang menaungi mereka, Perhimpunan Survei dan Opini Publik.

Ketika diminta tanggapan tentang hal itu, Wakil Pemimpin Redaksi tvOne Totok Suryanto mengatakan untuk hasil hitung cepatnya, tvOne tidak bisa turut campur karena hal itu merupakan kewenangan kedua lembaga survei.

tvOne, kata Totok, juga tidak bertanggung jawab terhadap kedua lembaga karena mereka bukan underbow tvOne dan mereka sudah memiliki lembaga yang menaungi, yakni Persepi.

Totok menegaskan bahwa pada waktu itu, tvOne tidak hanya menayangkan hasil hitung cepat Puskaptis dan JSI, melainkan sejumlah lembaga survei yang media massa lainnya juga terbitkan.

"Yang perlu jadi catatan dan perlu dipahami, kami tidak hanya tayangkan Puskaptis dan JSI, tapi juga LSN, Kompas, SMRC, dan yang media lain tayangkan juga," kata Totok kepada suara.com, Kamis (17/7/2014).

Terkait mengapa tvOne menayangkan hasil hitung cepat Puskaptis dan JSI, Totok menjelaskan bahwa ada dua patokan yang mendasarinya.

Pertama, kata Totok, dalam menentukan lembaga survei yang akan ditayangkan di tvOne, terkait dengan kompetensi. Lembaga tersebut harus mendapatkan terakreditasi dari KPU.

"Karena untuk mendapatkan akreditasi dari KPU atau untuk menjadi rekanan KPU itu ada syarat-syaratnya, seperti metodologi dan kredibilitasnya," kata dia.

Kedua, tvOne terlebih dahulu memastikan kedua lembaga survei berafiliasi dengan lembaga yang menaunginya, yakni Persepi.

Seperti diketahui, Persepi telah mengeluarkan Puskaptis dan JSI dari keanggotaan. Dari hasil audit, kedua lembaga dinilai melanggar kode etik lantaran tidak memiliki itikad baik untuk bertanggungjawab atas kegiatan penyelenggaraan quick count dalam Pilpres 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Diserbu" Politisi, RRI: Hitung Cepat dari Biaya Sendiri dan Netral

"Diserbu" Politisi, RRI: Hitung Cepat dari Biaya Sendiri dan Netral

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 11:28 WIB

Tunggu Hasil Pilpres, SBY Minta Dua Kubu Hentikan Permusuhan

Tunggu Hasil Pilpres, SBY Minta Dua Kubu Hentikan Permusuhan

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 10:59 WIB

Rilis Hitung Resmi Pilpres Tingkat Kecamatan Baru 61 Persen

Rilis Hitung Resmi Pilpres Tingkat Kecamatan Baru 61 Persen

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 10:01 WIB

Hasil Pindai C1: Jokowi-JK Kuasai 22 Provinsi

Hasil Pindai C1: Jokowi-JK Kuasai 22 Provinsi

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 09:12 WIB

Terkini

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

News | Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

News | Senin, 13 April 2026 | 17:53 WIB

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

News | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

News | Senin, 13 April 2026 | 17:40 WIB

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:26 WIB

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

News | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB