PBNU: Pengumuman Hasil Pilpres Sebaiknya Sesuai Jadwal

Siswanto

Selasa, 22 Juli 2014 | 00:36 WIB
PBNU: Pengumuman Hasil Pilpres Sebaiknya Sesuai Jadwal
Pencoblosan ulang pemilu presiden 2014 di TPS 009 Kelurahan Bangka, Jakarta, Sabtu (19/7). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Slamet Effendy Yusuf mengatakan penetapan hasil Pemilu Presiden 2014 sebaiknya dilakukan sesuai jadwal supaya bangsa Indonesia segera mengetahui siapa presiden terpilih.

"Bila terjadi sengketa atas perhitungan KPU antara para saksi dari dua kandidat, maka itu sebaiknya menjadi wewenang Mahkamah Konstitusi," kata Slamet Effendy Yusuf melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Senin (21/7/2014).

Slamet mengatakan apabila ada keberatan terhadap hasil pemilu presiden yang ditetapkan pada 22 Juli, maka penetapan itu masih bersifat sementara sampai ada keputusan MK.

Sebab, bila ada pihak yang mengajukan perkara ke MK atas hasil pemilu presiden, maka ketetapan yang permanen masih bergantung pada keputusan MK.

"Karena itu, saya berharap jadwal pilpres dapat ditepati agar kita tahu ada perkara atau tidak. Saya ingin menyampaikan, konstitusi menyediakan peradilan tentang sengketa hasil pemilu melalui MK sebagai antisipasi bila hasil pemilu yang ditetapkan KPU dinilai ada yang tidak benar," tuturnya.

Slamet mengatakan peluang kesalahan dalam penetapan hasil pemilu bisa terjadi misalnya bila ada salah perhitungan, kecurangan dan lain-lain. Bila ada bukti yang kuat, bisa saja MK membatalkan keputusan KPU atau diminta ada pemungutan suara ulang di daerah pemilihan tertentu.

"Jadi yang terpenting adalah penyediaan data yang akurat, otentik dan benar oleh penggugat. Ada tidaknya sengketa hasil pemilu akan diketahui bila sudah ada ketetapan dari KPU," katanya.

KPU akan mengumumkan hasil Pemilu Presiden 2014 pada Selasa (22/7/2014). Pemilu Presiden 2014 diselenggarakan pada 9 Juli dan diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut dua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Timses Prabowo-Hatta di Jember Desak Pemilu Ulang

Timses Prabowo-Hatta di Jember Desak Pemilu Ulang

News | Selasa, 22 Juli 2014 | 02:00 WIB

Hari Ini, KPU Belum Bisa Rampungkan Rekapitulasi Semua Provinsi

Hari Ini, KPU Belum Bisa Rampungkan Rekapitulasi Semua Provinsi

News | Senin, 21 Juli 2014 | 22:44 WIB

Jokowi Belum Mau Bocorkan Pendamping Baru Ahok

Jokowi Belum Mau Bocorkan Pendamping Baru Ahok

News | Senin, 21 Juli 2014 | 21:17 WIB

Jokowi Pikirkan Kapan Akan Mundur dari Gubernur

Jokowi Pikirkan Kapan Akan Mundur dari Gubernur

News | Senin, 21 Juli 2014 | 21:08 WIB

Terkini

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 22:51 WIB

Wapres Gibran Ikut Disadap Listyo Sigit Prabowo? Yusril: Hanya Allah yang Tahu

Wapres Gibran Ikut Disadap Listyo Sigit Prabowo? Yusril: Hanya Allah yang Tahu

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:49 WIB

Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi

Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 22:46 WIB

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:43 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:40 WIB

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

×