NU: ISIS Pecah Belah Islam

Ruben Setiawan

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 05:10 WIB
NU: ISIS Pecah Belah Islam
Video propaganda ISIS di YouTube. (YouTube.com)

Suara.com - Ketua Nahdlatul Ulama Kota Bekasi, Zamakhsyari Abdul Majid mengimbau seluruh pihak terkait untuk mengeliminir seluruh kegiatan organisasi radikalisme negara Islam Irak dan Syria (ISIS) karena dianggap meresahkan.

"Kota Bekasi cukup rentan terpengaruh oleh gerakan-gerakan Islam radikal. Terlebih, mereka yang belum paham apa itu ISIS," katanya di Bekasi, Jumat (8/8/2014).

Menurut dia, organisasi tersebut memecah belah Islam karena ideologinya mengajarkan radikalisme, seperti aksi bom bunuh diri dan peperangan dengan siapa pun yang tidak sejalan dengan ideologi mereka.

"Jangan sampai ada warga Kota Bekasi yang ikut-ikutan ideologi tersebut. Itu tugas kita bersama, khususnya pihak terkait untuk mengeliminir ideologi tersebut," katanya.

Menurut dia, pemikiran organisasi tersebut telah melenceng jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya dalam berdakwah.

"ISIS selain membawa paham khilafah, yakni ingin mendirikan negara di dalam negara, juga menggunakan kekerasan di dalam penyebarannya. Padahal, Islam adalah agama yang menggunakan jalan damai dalam berdakwah," katanya.

Dia meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi, aparatur kepolisian, tokoh agama, dan instansi lainnya untuk mengintensifkan pengawasan terhadap aktivitas tersebut di tengah masyarakat.

"Sebab selain menyasar masyarakat umum, patut diwaspadai pula pengaruh ISIS kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Sebab, gerakan transnasional seperti itu sangat mungkin mendapat sokongan dana dari luar negeri," ucapnya.

Dia menilai, ideologi ISIS bertujuan untuk memecah-belah persatuan umat Islam di dunia.

"Islam itu besar, dan kebesarannya tidak bisa dikalahkan kalau tidak dipecah-belah terlebih dahulu. Oleh karenanya, NU Bekasi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh. Kita harus tetap bersatu," katanya.

Dia menambahkan, warga NU telah menjadikan Pancasila sebagai pondasi bernegara.

"Pendahulu kami telah berjuang keras untuk merumuskan sebuah konsep yang bahkan dikagumi oleh orang-orang dari luar Negeri. Pancasila itu memuat ajaran-ajaran dalam Alquran dan sudah cocok dengan Piagam Madinah," katanya.

Zamakhsyari berharap agar masyarakat memiliki sikap saling menghormati di dalam kehidupan antarumat beragama dan berbangsa.

"Tetapi kita juga harus tegas pada wilayah aqidah. Hal itu penting agar kerukunan tetap terpelihara," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selebaran ISIS Beredar di Balikpapan

Selebaran ISIS Beredar di Balikpapan

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 03:04 WIB

Jet Tempur AS Gempur Artileri ISIS dengan 250 Kg Bom

Jet Tempur AS Gempur Artileri ISIS dengan 250 Kg Bom

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 21:48 WIB

Suara Rakyat soal ISIS

Suara Rakyat soal ISIS

Video | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 21:44 WIB

PBNU Tolak ISIS

PBNU Tolak ISIS

Foto | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 20:40 WIB

KPI Larang Lembaga Penyiaran Propaganda ISIS

KPI Larang Lembaga Penyiaran Propaganda ISIS

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 20:11 WIB

Densus Tangkap Terduga Teroris Pendukung ISIS di Ngawi

Densus Tangkap Terduga Teroris Pendukung ISIS di Ngawi

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 01:52 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB