KPI Larang Lembaga Penyiaran Propaganda ISIS

Laban Laisila

Jum'at, 08 Agustus 2014 | 20:11 WIB
KPI Larang Lembaga Penyiaran Propaganda ISIS
Anggota militan membawa bendera ISIS di Raqqa, Suriah, 29 Juni lalu (Reuters/Stringer).

Suara.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang lembaga siaran ikut mempropagandakan paham radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mulai dianut oleh beberapa warga Indonesia.

"KPI melarang semua lembaga penyiaran, radio, dan televisi untuk mempropagandakan ideologi yang kontroversial tersebut," kata Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad di Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Menurut Idy, pemberitaan berlebihan mengenai ISIS malah dikhawatirkan akan membesarkan kelompok tersebut di Indonesia.

"Karena bisa bikin penasaran, rasa ingin tahu, dan bahkan simpati dari masyarakat. Ini jangan sampai terjadi," ujar Idy.

Dia mengingatkan bahwa penyiaran Indonesia berasaskan Pancasila dan bertujuan memperkukuh integrasi nasional.

"Jadi, semua isi siaran yang bertentangan dengan itu tidak boleh disiarkan, termasuk ajaran ISIS," kata Idy.

Menurut dia, langkah KPI yang melarang mempropagandakan ISIS itu sejalan dengan keputusan Pemerintah yang menetapkan ISIS sebagai organisasi terlarang.

Dengan penetapan itu, Idy meminta semua lembaga penyiaran untuk turut serta mencegah berkembangnya paham ISIS di Indonesia.

Lebih lanjut Idy menjelaskan, sebagai sebuah fakta, radio dan TV bisa saja memberitakan ISIS, tetapi dalam konteks membangun kewaspadaan, bukan malah secara tidak sadar mempropagandakan aliran tersebut.

Idy menduga radio komunitas berlatar belakang ideologi tertentu sangat potensial untuk turut menyebarkan ajaran ISIS.

"Sejauh ini belum ada temuan dan laporan, tetapi kekhawatiran kami mengarah ke situ. Semoga saja tidak terjadi," katanya.

Oleh karena itu, Idy meminta KPID seluruh Indonesia untuk turut memantau dan mewaspadai kemungkinan penyebarluasan ajaran ISIS.

"Bila di lapangan terdapat kecenderungan itu, harus langsung diambil tindakan seperlunya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Densus Tangkap Terduga Teroris Pendukung ISIS di Ngawi

Densus Tangkap Terduga Teroris Pendukung ISIS di Ngawi

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 01:52 WIB

PBNU: ISIS Jangan Dibiarkan Muncul di Indonesia

PBNU: ISIS Jangan Dibiarkan Muncul di Indonesia

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 01:40 WIB

Khotbah Jumat, MUI Selipkan Bahaya ISIS

Khotbah Jumat, MUI Selipkan Bahaya ISIS

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 14:49 WIB

Azyumardi Azra: Indonesia Harus Dijaga dari ISIS

Azyumardi Azra: Indonesia Harus Dijaga dari ISIS

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 13:36 WIB

Terkini

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 08:13 WIB

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:12 WIB

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Malang | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:48 WIB

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

×