Bunda Teresa, Menolong yang Termiskin di Antara yang Miskin

Ruben Setiawan

Selasa, 26 Agustus 2014 | 09:00 WIB
Bunda Teresa, Menolong yang Termiskin di Antara yang Miskin
Bunda Teresa. (Shutterstock)

Suara.com - Hari ini, 104 tahun silam, Anjezë Gonxhe Bojaxhiu lahir di Skopje, Republik Makedonia. Bunda Teresa, demikian perempuan itu lebih dikenal, adalah misionaris yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani orang miskin dan menderita.

Sejak kecil, Anjeze (Agnes) dididik ibunya secara Katholik. Agnes senang sekali mendengar cerita tentang misionaris-misionaris yang melayani di Bengali, India. Di usianya yang ke-17, Agnes mendapat panggilan untuk hidup selibat kala berdoa di kuil Black Madonna of Letnice.

Ia pun meninggalkan rumah dan bergabung dengan Susteran Loreto. Awal bergabung dengan susteran itu, Agnes berangkat ke Irlandia untuk mendapat pelatihan Bahasa Inggris sebagai bekal mengajar di India.

Tiba di India pada tahun 1929, Agnes mengajar di Darjeeling, pegunungan Himalaya. Di situlah ia belajar Bahasa Bengali dan mengajar di sebuah sekolah Katolik. Agnes diangkat menjadi suster pada tahun 1931. Sejak saat itu, namanya berubah menjadi Teresa.

Mengajar memang pekerjaan yang nyaman dan menyenangkan. Namun, hati nuraninya terusik dengan kemiskinan dan kelaparan yang menimpa masyarakat di sekitarnya, terutama di Calcutta.

Teresa pun memilih untuk terjun ke tengah-tengah penduduk, memberikan pelayanan bagi kaum papa. Berbekal pelatihan kesehatan di sebuah rumah sakit di Patna, Teresa pun memberikan perawatan medis kepada orang-orang sakit. Teresa lalu mendirikan sebuah komunitas amal yang memiliki semboyan menolong "yang termiskin di antara yang miskin".

Dalam memberikan pertolongan, Teresa tak pernah pandang bulu. Semua ditolongnya, siapapun orangnya, dan apapun agama dan kepercayaan yang ia peluk. Bahkan, Teresa mendirikan sebuah rumah pengurusan jenazah khusus orang miskin. Mereka yang meninggal dimakamkan sesuai dengan tata cara agamanya masing-masing.

Pada tahun 1950, Teresa mendapat izin dari Vatikan untuk mendirikan kongregasi diocesan yang menjadi cikal bakal Misionaris Charitas. Misionaris Charitas sendiri merupakan sebuah ordo dalam agama Katholik yang kini telah memiliki ribuan anggota suster aktif di 133 negara.

Bersama ordonya itu, Teresa melakukan banyak pelayanan yang luar biasa. Tak hanya di India, namun juga di berbagai negara. Teresa mendirikan banyak rumah sakit untuk para penderita AIDS, lepra, dan TBC. Anak-anak yatim piatu juga menjadi perhatian Teresa. Ia mendirikan banyak rumah penampungan anak yatim.

Demikian pula dalam peperangan. Teresa seakan tak pernah lelah melayani. Seperti yang terjadi pada tahun 1982 di Beirut, Lebanon. Teresa berhasil mendesak dilaksanakannya gencatan senjata antara Israel dan Palestina, guna mengevakuasi 37 anak yang terperangkap di tengah medan pertempuran.

Namun, kesehatannya menurun pada tahun 1983 ketika ia mengalami serangan jantung pertamanya. Serangan jantung kembali alami pada tahun 1989. Sejak saat itu, penyakit bertubi-tubi menyerangnya, sampai akhirnya Bunda Teresa meninggal dunia pada 5 September 1997. Dirinya dikenang sebagai pelayanan kemanusiaan sejati yang pernah hidup di dunia.

Sepanjang hidupnya, Teresa menerima banyak penghargaan kelas dunia. Salah satunya adalah Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan pada tahun 1979. Pada tahun 2003, atau enam tahun setelah kematiannya, Bunda Teresa dibeatifikasi oleh Gereka Katholik dan menerima gelar Beata. Beata, atau "yang berbahagia" diberikan kepada orang yang dianggap telah bekerja sangat keras untuk kebaikan atau memiliki keistimewaan secara spiritual.

Anda tentu tak mau ketinggalan kisah mereka:

Yasser Arafat, Pahlawan Palestina yang Meninggal Secara Misterius
Fidel Castro, 638 Kali Hampir Mati di Tangan CIA
Nelson Mandela, "Bapak Bangsa" Pecinta Batik Indonesia
Ayatollah Khamenei, Sebut Israel Sebagai "Kanker"
Benito Mussolini, Luar Biasa Benci Pada Yahudi
Deng Xiaoping, Tangannya Berlumuran Darah Manusia tak Berdosa?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB