Rusia Sudah Kerahkan 15 Ribu Tentara ke Ukraina

Laban Laisila | Suara.com

Selasa, 02 September 2014 | 04:15 WIB
Rusia Sudah Kerahkan 15 Ribu Tentara ke Ukraina
Tentara Rusia di Ukraina (REUTERS/Baz Ratner)

Suara.com - Prajurit Rusia yang dikirim ke Ukraina dalam dua bulan terakhir mencapai 15 ribu orang, beberapa ratus diantaranya tewas dalam pertempuran.

Moskow membantah bahwa pihaknya telah mengerahkan pasukan reguler ke Ukraina untuk menopang kelompok separatis yang berjuang melawan pasukan Kiev, tetapi beberapa indikasi telah muncul selama beberapa pekan terakhir bahwa tentara Rusia berada di wilayah Ukraina.

Valentina Melnikova, Kepala Komite Ibu Prajurit, organisasi tinggi yang mewakili keluarga prajurit militer, Senin (1/9/2014), waktu setempat mengatakan bahwa sekitar 7.000-8.000 tentara Rusia diyakini berada di Ukraina saat ini.

Dia menambahkan bahwa antara 10 ribu sampai 15 ribu prajurit telah dikerahkan ke Ukraina dalam dua bulan terakhir.

"Sayangnya, saya yakin saya benar," klaim Valentina.

Dia menyebut perkiraan itu didasarkan atas informasi dari keluarga-keluarga yang para suami dan anak-anaknya telah dikirim untuk pelatihan tetapi kemudian pergi tanpa kabar.

"Para komandan militer sedang melakukan operasi rahasia," tambah Valentina yang merupakan anggota dewan publik Kementerian Pertahanan.

Kelompok HAM itu mengatakan pihak berwenang Rusia telah memberlakukan kerahasiaan atas informasi tentang penyebaran prajurit.

Sementara Komite Ibu Prajurit dan Warga Negara dan Militer, sebuah kelompok hak asasi manusia yang lain yang mewakili prajurit, mengatakan mereka tidak memiliki daftar korban resmi yang dapat dikonfirmasi sejauh ini.

Tapi para pegiat hak asasi manusia itu, mengutip informasi dari kerabat dan para prajurit, mengatakan bahwa sedikitnya 200 prajurit mungkin telah tewas di Ukraina.

Secara terpisah, seorang anggota parlemen oposisi Rusia, Lev Shlosberg, yang menyelidiki keberadaan tentara Rusia 'di Ukraina, mengatakan pada Sabtu bahwa sekitar 100 prajurit yang berbasis di kota barat laut Pskov tewas di negara bekas Soviet itu.

Sedangkan NATO memperkirakan lebih dari 1.000 tentara Rusia berada di Ukraina. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Uni Eropa Siapkan Sanksi Berat kepada Rusia

Uni Eropa Siapkan Sanksi Berat kepada Rusia

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 06:20 WIB

Pesawat Menhan Rusia Dilarang Lintasi Langit Polandia

Pesawat Menhan Rusia Dilarang Lintasi Langit Polandia

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 01:45 WIB

Rusia Invasi Ukraina

Rusia Invasi Ukraina

News | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 07:06 WIB

Dua Ledakan Rusak Stadion Kandang Shakhtar Donestk

Dua Ledakan Rusak Stadion Kandang Shakhtar Donestk

Bola | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 20:03 WIB

Terkini

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB