Gus Dur, Bapak Pluralisme Indonesia

Ruben Setiawan

Minggu, 07 September 2014 | 09:00 WIB
Gus Dur, Bapak Pluralisme Indonesia
K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Pemerintah RI/Wikimedia commons)

Suara.com - Hari ini, 74 tahun yang lalu, Kiai Haji Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur. Sosok yang akrab disapa Gus Dur itu adalah tokoh reformasi yang menjadi Presiden keempat Indonesia. Presiden yang kontroversial namun menginspirasi.

Siapa tak kenal Gus Dur. Ia adalah tokoh Muslim yang menjunjung tinggi kebhinekaan di tanah air. Adil dan toleran, dua kata yang paling tepat menggambarkan sikapnya terhadap keanekaragaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia. Gus Dur adalah sosok yang lantang membela minoritas. Di era kepemimpinanya, Gus Dur menunjukkan bahwa ia tak hanya bicara. Salah satunya adalah mengembalikan hak-hak umat beragama Konghucu yang terpasung selama orde baru, atau mencabut peraturan yang melarang kegiatan adat warga Tionghoa secara terbuka.

Tak jarang, sikapnya yang terbuka terharap pluralitas menuai kontroversi dan tantangan, bahkan dari para pendukungnya sendiri. Namun, Gus Dur tetaplah Gus Dur. Dengan slogan khasnya "Gitu Aja Kok Repot", lelaki yang memiliki nama kecil Abdurrahmann Addakhil ini teguh pada apa yang diyakininya, bahwa menghormati perbedaan, khususnya perbedaan antarumat beragama adalah keharusan.

Maka, tak berlebihan jika putra mantan Menteri Agama di kabinet pertama RI, K.H. Wahid Hasyim ini mendapat banyak penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebut saja Ramon Magsaysay Award, penghargaan yang cukup prestisius dalam bidang kepemimpinan, atau Mebal Valor, penghargaan atas keberaniannya membela hak-hak kaum minoritas.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menyebut Gus Dur sebagai "Bapak Pluralisme Indonesia" atas gagasan-gagasan universal mengenai pentingnya menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam. Gus Dur pulalah, tokoh reformis Nahdatul Ulama (NU) yang meyakinkan NU mengadopsi Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia.

Nilai-nilai toleransi sudah tertanam dalam jiwa Gus Dur sejak muda. Saat masih di bangku sekolah, Gus Dur sudah dijejali bermacam buku yang tak melulu tentang Islam. Studinya di perguruan tinggi di Mesir dan di Irak kian membuka cakrawala wawasannya. Kembali ke tanah air, Gus Dur tergugah nuraninya untuk mengembangkan pendidikan pesantren yang mulai digerus zaman. Kegigihannya itulah yang kemudian membawanya pada dunia politik hingga menjadi orang nomor satu di Republik ini usai bergulirnya reformasi.

Gus Dur meninggal dunia pada tanggal 30 Desember 2009 akibat komplikasi penyakit yang sudah ia derita sejak lama. Kesehatannya memang sudah menurun sejak dirinya masih menjabat sebagai Presiden. Namun, warisan gagasannya akan tetap hidup dan layak jadi panutan dari generasi ke generasi.

Anda pasti juga tertarik dengan kisah mereka:

Fidel Castro, 638 Kali Hampir Mati di Tangan CIA
Nelson Mandela, "Bapak Bangsa" Pecinta Batik Indonesia
Ayatollah Khamenei, Sebut Israel Sebagai "Kanker"
Benito Mussolini, Luar Biasa Benci Pada Yahudi
Barack Obama, Presiden yang Suka "Selfie"
Deng Xiaoping, Tangannya Berlumuran Darah Manusia tak Berdosa?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda

Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga

Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga

Jatim | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah

Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:21 WIB

5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!

5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold

Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo

Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Air Mawar Viva Bisa Mencerahkan Wajah? Cek Klaimnya dan Review Pengguna

Air Mawar Viva Bisa Mencerahkan Wajah? Cek Klaimnya dan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Alarm Buat KPK! Eks Penyidik Desak Perketat Pengawasan Usai Pegawai Bocorkan Kasus

Alarm Buat KPK! Eks Penyidik Desak Perketat Pengawasan Usai Pegawai Bocorkan Kasus

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Imigran Ceuta Ungkap Polisi Maroko Membuka Jalur Perbatasan Spanyol Secara Sengaja

Imigran Ceuta Ungkap Polisi Maroko Membuka Jalur Perbatasan Spanyol Secara Sengaja

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:35 WIB

4 Tone Up Cream dengan Finish Glowing Natural Sesuai Klaim dan Harga

4 Tone Up Cream dengan Finish Glowing Natural Sesuai Klaim dan Harga

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:30 WIB

×