Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memimpin Indonesia selama sepuluh tahun. Mulai Oktober 2014, Presiden SBY akan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Presiden terpilih Joko Widodo yang menang melalui pemilihan presiden secara langsung.
Ketika menghadiri acara silaturahmi dengan Paguyuban Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo) di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta, Senin (8/9/2014) malam, Presiden meminta masyarakat mendukung penuh Jokowi agar bisa mengemban tugas dengan baik.
"Saya berharap dukungan yang diberikan kepada saya marilah kita diberikan kepada pemimpin kita yang baru Pak Jokowi bersama pemerintahnya agar beliau juga bisa mengemban tugas dengan baik,” kata Presiden SBY, dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI.
SBY menegaskan masyarakat wajib membantu Presiden. Ia mengingatkan, tidak diganggu saja pemimpin Indonesia di era baru ini tidak mudah, apalagi jika diganggu.
Dalam kesempatan itu, Presiden SBY mengatakan pernah ditanya anggota paguyuban, apakah penggantinya nanti dari Keluarga Besar Pawitandirogo?
“Saya bilang sangat mungkin jika Allah menghendaki. Dan tenyata benar, Pak Jokowi Pawitandirogo hanya sebelah baratnya sedikit," ujar Presiden SBY yang disambut tawa hadirin.
Jokowi berasal dari Solo, Jawa Tengah, yang lokasinya berbatasan dengan kota-kota asal paguyuban Pawitandirogo. Presiden SBY sendiri termasuk keluarga besar Paguyuban Pawitandirogo karena berasal dari Pacitan.
“Jadi bolehlah dianggap tetap keluarga besar Pawitandirogo. Paling tidak Pawitandirogo plus," kata Presiden SBY yang kembali mengundang tawa.
Silaturahmi ini dihadiri oleh keluarga besar warga asal kota-kota Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo yang mukim di kawasan Jabodetabek. Kesempatan ini juga digunakan Presiden untuk pamit.
Pada kesempatan itu, Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono meminta maaf jika melakukan kesalahan.
"Saya selama 10 tahun mengabdi sungguh ingin berbuat yang terbaik demi bangsa dan negara kita. Alhamdulillah ada yang dapat saya capai, namun ada juga yang belum saya capai. Untuk itu saya ingin minta maaf, itulah kodrat saya," kata Presiden SBY.
SBY meminta dimaklumi karena sebagai manusia biasa, ia memiliki keterbatasan. Ia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan rakyat selama menjadi Presiden.
"Perjalanan saya 10 tahun ini kadang anginnya begitu kencang, badai, panas. Sekali lagi dengan pertolongan Allah dan dukungan rakyat Indonesia masa-masa itu telah dilalui. Untuk itu dengan tulus saya dan istri mengucapkan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya," kata SBY.
Mengenai aktivitasnya berikutnya, SBY mengatakan setelah mengemban tugas ia ingin kembali ke komunitas bangsa, tentu menjadi bagian Pawitandirogo. Ia juga ingin melanjutkan baktinya dengan cara-cara positif.
Di akhir acara Presiden SBY dan Ibu Ani menerima wayang kulit Begawan Ciptohening Arjuna oleh Ketua Umum Paguyuban Pawitandirogo Purna Hadi sebagai tanda 10 tahun kepemimpinan dan ultah ke-65 tahun yang jatuh pada Selasa (9/9/2014).
Acara itu, antara lain dihadiri oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto selaku Dewan Pembina Paguyuban Pawitandirogo, Mendikbud M.Nuh, dan Mensesneg Sudi Silalah.