Suara.com - Connor Huntley, (18), seorang lelaki asal Margate, Kent, Inggris, tentu tak menduga, nasib buruk akan menimpa dirinya, justru ketika dirinya sedang terlelap santai di rumahnya. Seorang lelaki bernama Joseph Williams memukul kepalanya dengan sebuah palu hingga meninggalkan luka yang mengubah hidupnya selamanya.
Insiden ini terjadi pada 28 Mei 2013 lalu. Sambil membawa palu, Joseph masuk kamar Connor. Lalu, sekuat tenaga, Joseph memukul kepala Connor dengan palu tersebut. Tak hanya sekali, namun dua kali.
"Tak hanya mengakibatkan keretakan tulang, namun palu itu juga tertancap di otak (Connor)," kata hakim Jeremy Donne dalam sidang putusan kasus tersebut.
"Luka yang dialami Connor Huntley sedikit berakibat fatal. Luka tersebut mengubah hidup Connor," lanjut sang hakim.
"Ia tidak akan bisa lagi menikmati hal-hal yang bisa dinikmati oleh anak-anak muda pada umumnya," ujar hakim.
Luka yang mengakibatkan tengkorak Connor hilang separuh itu juga membuat dirinya menderita epilepsi. Connor juga mengalami kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya.
Atas kejahatannya, Joseph divonis hukuman penjara 14 tahun di sebuah rumah sakit dengan penjagaan keamanan ketat hingga dinyatakan benar-benar sehat. Berdasarkan pemeriksaan, Joseph, yang notabene adalah pasangan gay Connor, mengidap kelainan jiwa saat melakukan penyerangan. (Metro)