Jadi Korban Pemerkosaan, Ini Cerita Remaja India yang Dijual Ayahnya

Laban Laisila

Jum'at, 12 September 2014 | 13:49 WIB
Jadi Korban Pemerkosaan, Ini Cerita Remaja India yang Dijual Ayahnya
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Lakshmi (nama samaran), masih berumur 13 tahun saat dia dipaksa menikah. Dia dijual ayahnya dengan imbalan uang oleh seorang lelaki yang hendak menikahinya.

Gilanya, lelaki hendak menikahinya sudah uzur, yakni 70 tahun dan memperkosanya malam itu sebanyak tujuh kali meski menolaknya. Sedangkan ayah Lakshmi menjualnya seharga 25 ribu Rupe, atau sekitar Rp5 juta saja.

Lakshmi akhirnya bisa diselamatkan dari situasi neraka setelah sebuah tim pekerja sosial mengunjungi rumahnya di Propinsi Lingsugur, India. Para pekerja sosial yang berafiliasi dengan badan PBB Unicef memilih membawanya keluar dari rumah.

Dua tahun berlalu, kini Lakshmi belum bisa sepenuhnya melupakan kejadian jahanam yang pernah menimpanya. Dia masih menjalani konsultasi dengan para ahli.

Sedangkan ayah Lakshmi yang tidak sebutkan detil identitasnya, sekarang menjadi buronan pemerintah setempat karena dituding bersalah karena melanggar hukum. Paling tidak adan enam orang yang terlibat dan mendekam di penjara selama beberapa bukan karena menjual Lakshmi dengan alasan pernikahan.

Lakshmi diketahui hanya satu dari ribuan remaja putri korban kekerasan seksual di India, mereka dipaksa berhubungan seksual dengan dasar pernikahan dini.

Laporan Unicef mencatat, satu diantara 50 remaja putri di dunia dipaksa melakukan hubungan seksual di bawah umur kurang dari 10 tahun. Laporan itu merujuk pada survei yang dilakukan selama delapan tahun dari 2005 sampai 2013.

Khusus di India sendiri, sepuluh persen remaja putri menjadi korban kekerasan seksual saat mereka berumur 10-14 tahun, 30 persen menjadi korban saat berumur 15-19 tahun, dan 42 persen menjadi korban sebelum mereka melalui masa-masa remajanya.

Dari survei juga diketahui 77 persen dari remaja 15-19 tahun yang menjadi korban bercerita kalau pelakunya adalah suami atau pasangan mereka sendiri.

Dan satu hal lainnya yang mengejutkan, para pelaku kekerasan dari 6 persen kasus kekerasan seksual dilakukan oleh kerabat dekat atau keluarga mereka. Hanya tiga persen yang mengatakan kalau mereka menjadi target orang tak dikenal, alias menjadi korban pemerkosaan.

Sedangkan pelaku pemerkosa yang merupakan ayah kandung atau ayah tiri mencapai 0,4 persen.

Meskipun demikian, masih dari laporan Unicef, remaja India masih lebih beruntung ketimbang mereka yang berada di kawasan Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur, Pakistan dan Nepal. (Times of India)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuma di India, Orang Angkat Motor Pakai Kepala

Cuma di India, Orang Angkat Motor Pakai Kepala

Video | Selasa, 09 September 2014 | 15:11 WIB

Rombongan Tamu Pernikahan Diperkosa Beramai-ramai

Rombongan Tamu Pernikahan Diperkosa Beramai-ramai

News | Selasa, 09 September 2014 | 07:00 WIB

Kanibal dan Pemerkosa Berantai Ini Akan Digantung Jumat Depan

Kanibal dan Pemerkosa Berantai Ini Akan Digantung Jumat Depan

News | Minggu, 07 September 2014 | 20:15 WIB

Studi: Satu dari 10 Gadis di Dunia Pernah Diperkosa

Studi: Satu dari 10 Gadis di Dunia Pernah Diperkosa

Lifestyle | Sabtu, 06 September 2014 | 02:35 WIB

Terkini

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

×