Sejumlah Pedagang Makanan Beralih ke Elpiji 3 Kilogram

Achmad Sakirin | Suara.com

Senin, 15 September 2014 | 13:15 WIB
Sejumlah Pedagang Makanan Beralih ke Elpiji 3 Kilogram
Pedagang menggunakan elpiji tiga kilogram di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (12/9). [Antara/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Kenaikkan harga gas elpiji 12 kilogram membuat sejumlah pedagang makanan di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat, beralih ke gas elpiji subsidi 3 kilogram.

"Kami beralih ke gas tiga kilogram karena lebih murah dan irit," kata Sansan, penjual makanan di warung tegal di kawasan Pasar Baru, Senin (15/9/2014).

Ia mengatakan ketersediaan gas subsidi di tingkat penyalur juga terjamin, sehingga mereka lebih memilih gas elpiji 3 kilogram.

Perbedaan harga yang cukup tinggi menurutnya menjadi salah satu pertimbangan untuk beralih ke gas subsidi.

Sementara pedagang makanan lainnya, Sumarni mengatakan harga gas subsidi di tingkat pengecer juga naik dari Rp17 ribu menjadi Rp19 ribu per tabung.

"Sudah sebulan ini harga gas subsidi naik menjadi Rp19 ribu per tabung, biasanya kami terima Rp17 ribu per tabung," katanya.

Lima hari setelah PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji tabung 12 kilogram, permintaan terhadap gas subsidi sudah diprediksi akan meningkat.

Direktur PT Dwi Karya Mandala Maya Novita, penyalur gas elpiji di Pasar Rebo, Jakarta Timur mengatakan permintaan terhadap gas subsidi melonjak pascakenaikan harga gas tabung 12 kilogram.

"Biasanya sehari habis 500 tabung, tapi sekarang setengah hari sudah habis, banyak pembeli yang terpaksa pulang tanpa gas tiga kilogram kalau membeli sore," katanya.

Sementara penjualan gas tabung 12 kilogram menurutnya turun drastis dari 850 tabung per hari, saat ini hanya menjual 400 tabung per hari.

Maya mengatakan, pemerintah sebaiknya mengawasi pemakaian gas subsidi, sebab saat ini gas subsidi tidak lagi digunakan masyarakat tidak mampu.

"Semua orang bisa menjual dan membeli gas subsidi, jadi tidak ada lagi perbedaan sasaran subsidi," katanya.

Pengawasan tersebut menurutnya dapat dimulai dari tingkat penyaluran gas subsidi di tingkat agen. PT Pertamina dapat mengontrol distribusi ke tingkat agen ke pengecer.

Tujuannya agar gas subsidi benar-benar tepat sasaran yakni digunakan oleh masyarakat yang berpendapatan rendah atau ekonomi lemah.

"Subsidi tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, tapi terkait pengelolaan gas, sudah tidak tepat sasaran," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Elpiji 12 Kg Naik, Warga Serbu Elpiji 3 Kg

Harga Elpiji 12 Kg Naik, Warga Serbu Elpiji 3 Kg

Bisnis | Jum'at, 12 September 2014 | 00:04 WIB

Harga Elpiji 12 Kg Naik

Harga Elpiji 12 Kg Naik

Foto | Rabu, 10 September 2014 | 09:42 WIB

Pengusaha Minta Subsidi Elpiji 3Kg Dihapus

Pengusaha Minta Subsidi Elpiji 3Kg Dihapus

Bisnis | Rabu, 10 September 2014 | 06:19 WIB

Menkeu Perkirakan Dampak kenaikan Harga Elpiji 12 Kilogram Tak Signifikan

Menkeu Perkirakan Dampak kenaikan Harga Elpiji 12 Kilogram Tak Signifikan

Bisnis | Selasa, 09 September 2014 | 21:22 WIB

Harga Elpiji 12 Kg Naik, Ini Harapan Pengusaha

Harga Elpiji 12 Kg Naik, Ini Harapan Pengusaha

Bisnis | Selasa, 09 September 2014 | 14:50 WIB

Akhirnya, Pemerintah Izinkan Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

Akhirnya, Pemerintah Izinkan Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

Bisnis | Senin, 08 September 2014 | 19:26 WIB

Keputusan Kenaikan Elpiji 12 Kg di Tangan SBY

Keputusan Kenaikan Elpiji 12 Kg di Tangan SBY

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2014 | 16:22 WIB

Terkini

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026

News | Senin, 23 Maret 2026 | 14:25 WIB

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB