Gas Beracun Muncul, Evakuasi Korban Letusan Gunung Ontake Ditunda

Ruben Setiawan

Senin, 29 September 2014 | 14:42 WIB
Gas Beracun Muncul, Evakuasi Korban Letusan Gunung Ontake Ditunda
Tentara Jepang dan pemadam kebakaran memanjat ke puncak Gunung Ontake untuk mencari korban letusan. (Reuters/Joint Staff of the Defence Ministry of Japan)

Suara.com - Sedikitnya 36 orang dikhawatirkan tewas akibat erupsi Gunung Ontake di Jepang. Proses pencarian korban dihentikan karena terjadi peningkatan kadar gas beracun di lokasi.

Pada hari Senin (29/9/2014), tim evakuasi menemukan lagi lima korban erupsi Gunung Ontake, hari Sabtu lalu. Sampai saat ini, ada empat orang yang dipastikan meninggal dunia, sementara jumlah korban cedera mencapai 60 orang.

Erupsi gunung setinggi 3.067 meter tersebut terjadi tanpa peringatan apapun. Kala itu, kawasan gunung itu sedang ramai oleh para pendaki, beberapa di antaranya masih berusia kanak-kanak.

"Anak kedua saya. Kami sama sekali belum bisa menghubunginya," tutur salah seorang bapak yang kehilangan anaknya.

Putra si bapak yang masih berusia 26 tahun pergi ke Gunung Ontake bersama kekasihnya.

"Kami kelelahan," lanjut si bapak.

Lebih dari 500 personel evakuasi dikerahkan untuk menyisir kawasan puncak gunung. Dengan sekop, mereka menggali abu erupsi setinggi lutut yang menyelimuti gunung tersebut.

Namun, aroma belerang yang menguat membuat petugas menunda proses evakuasi. Aroma belerangan dikhawatirkan menjadi tanda munculnya gas beracun yang membahayakan nyawa.

Ontake, gunung paling aktif kedua di Jepang meletus pada hari Sabtu. Letusan terjadi tanpa peringatan. Para ahli mengatakan, satu-satunya gejala yang muncul sebelum erupsi adalah gempa tremor. Mereka meyakini, erupsi terjadi akibat ledakan uap panas yang sulit sekali diprediksi.

"Ledakan kerap terjadi tiba-tiba dan belum tentu gempa-gempa yang terjadi sebelumnya berkaitan dengan letusan gunung," kata pakar vulkanologi Toshitsugu Fujii. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gunung Ontake Tiba-tiba Erupsi, 30 Orang Dilaporkan Tewas

Gunung Ontake Tiba-tiba Erupsi, 30 Orang Dilaporkan Tewas

News | Minggu, 28 September 2014 | 14:02 WIB

Gunung Ontake Meletus, Delapan Orang Terluka

Gunung Ontake Meletus, Delapan Orang Terluka

News | Sabtu, 27 September 2014 | 13:36 WIB

Terkini

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:46 WIB

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:40 WIB

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:38 WIB

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:34 WIB

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:28 WIB