Polemik UU Pilkada, SBY Pahami Kemarahan Publik

Siswanto

Rabu, 01 Oktober 2014 | 08:18 WIB
Polemik UU Pilkada, SBY Pahami Kemarahan Publik
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku dapat memahami kemarahan publik dan media massa dalam lima hari terakhir terkait polemik UU Pilkada.

Lewati Twitter @SBYudhoyono, Selasa (1/10/2014), Presiden menjelaskan bahwa ia telah melakukan konsolidasi internal Partai Demokrat dan Rapat Terbatas Kabinet untuk dapatkan solusi atas polemik tersebut.

"Tahun 2011, Pemerintah identifikasi banyak ekses dari pilkada langsung, Kemendagri susun RUU Pilkada perubahan," tulis SBY.

Desember 2011, SBY mengatakan telah menandatangani Amanat Presiden dan menugaskan Mendagri serta Menkum HAM untuk bahas RUU Pilkada bersama DPR RI.

Kemudian di tahun 2012, kata SBY, muncul silang pendapat antara yang setuju pilkada langsung dan tidak. Lalu, di tahun 2013, rata-rata setuju pilkada langsung di tingkat I dan II.

Usai Pilpres 2014, kata SBY, peta berubah. Koalisi Merah Putih memilih pilkada lewat DPRD, sedangkan Koalisi PDI Perjuangan memilih pilkada langsung. Sementara posisi Partai Demokrat, pilkada langsung dengan 10 perbaikan.

"Sekarang, siapa yang menginginkan pilkada oleh DPRD? Jelas bukan SBY. Saya yakin sebagian besar rakyat pun tidak menginginkannya," kata SBY.

Tapi tanpa koreksi, kata SBY, pilkada langsung akan tetap membawa ekses dan penyimpangan. Itu sebabnya, kata dia, Demokrat bersikeras untuk memajukan 10 perbaikan ke DPR.

SBY mengatakan ia dan partainya berjuang untuk mempertahankan pilkada langsung dengan perbaikan. Tetapi, katanya, opsi ini ditolak oleh kedua kubu di DPR.

"Setelah opsi PD ditolak berkali-kali, belakangan seolah ada yang setuju. Tetapi ketika PD minta opsi ini untuk divoting, ditolak juga," kata SBY.

"Saat kritis jelang voting, saya minta Menko Polhukam hubungi @pramonoanung pimpinan sidang dari PDI Perjuangan agar PDI Perjuangan PD gabung dalam satu opsi," kata SBY.

Meski punya suara terbesar, kata SBY, Partai Demokrat mengalah untuk menggabungkan opsi dengan PDI Perjuangan demi kepentingan rakyat. "Tapi katanya voting sudah dimulai," kata SBY.

"Proses politik di DPR yang panas dan cepat itu tidak sepenuhnya saya ketahui, karena faktor teknis. Saya dalam perjalanan dari New York ke DC," SBY menambahkan. "Insya Allah, sampai kapan pun saya akan jaga amanah untuk berpolitik yang baik, tanpa agenda tersembunyi dan niat buruk, apalagi menipu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendukung Jokowi Anggap SBY Bohong

Pendukung Jokowi Anggap SBY Bohong

News | Rabu, 01 Oktober 2014 | 07:33 WIB

Ajak "Walk Out," Demokrat Tak Beri Nurhayati Assegaf Sanksi

Ajak "Walk Out," Demokrat Tak Beri Nurhayati Assegaf Sanksi

News | Selasa, 30 September 2014 | 14:13 WIB

Kritik Tajam terhadap Langkah SBY Sikapi UU Pilkada

Kritik Tajam terhadap Langkah SBY Sikapi UU Pilkada

News | Selasa, 30 September 2014 | 12:53 WIB

Terkini

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

×