Dicekal Masuk Malaysia, Ini Tanggapan Ulil Abshar

Siswanto | Suara.com

Minggu, 12 Oktober 2014 | 09:01 WIB
Dicekal Masuk Malaysia, Ini Tanggapan Ulil Abshar
Ulil Abshar. (islamlib.com)

Suara.com - Tokoh Jaringan Islam Liberal, Dr. Ulil Abshar Abdalla, batal menghadiri acara di Malaysia setelah dicekal pemerintah setempat karena dikhawatirkan akan menyebarkan gagasan-gagasan liberal.

Kepada suara.com, Ulil menceritakan awal mula dia dicekal pemerintah Malaysia. Awalnya, Ulil akan menghadiri acara konferensi dengan tema Hak Asasi Manusia di Asia yang diselenggarakan di Malaysia mulai Rabu (15/10/2014) hingga Jumat (18/9/2014).

"Lalu kemudian ada salah satu organisasi di sana yang memanfaatkan kehadiran saya untuk memberikan ceramah di Kuala Lumpur setelah konferensi itu, yaitu pada hari Sabtu (19/10/2014). Temanya Akar-akar Fundamentalisme dalam Agama," kata Ulil yang juga salah satu Ketua DPP Partai Demokrat.

Undangan untuk ceramah terbuka di Kuala Lumpur itulah yang kemudian menjadi masalah. Ulil mengatakan ada organisasi semacam persatuan ulama Malaysia mengajukan protes ke Kementerian Dalam Negeri Malaysia untuk menyikapi acara tersebut.

"Akhirnya mengabulkan protes mereka, lalu saya dicekal," kata Ulil. "Kehadiran saya dikhawatirkan akan menyebarkan gagasan saya di sana."

Ulil mengakui tema ceramah dalam acara diskusi terbuka yang akan digelar di Kuala Lumpur itu memang sensitif.

Menanggapi pencekalan tersebut, Ulil mengatakan tindakan semacam itu banyak terjadi di negara Islam. Ada kelompok Islam konservatif yang takut dengan perbedaan paham dan pandangan.

"Di Indonesia juga banyak diskusi dibubarkan oleh kelompok tertentu karena dikhawatirkan menyebarkan ide-ide yang tidak sesuai dengan mereka," kata Ulil.

Ulil mengaku sedih dengan respon tersebut. Sebab, kata dia, umat Islam dewasa ini membutuhkan banyak dialog internal untuk mengatasi radikalisme. Tapi, kata dia, justru sekarang ada kelompok yang melarang-larang diskusi karena takut dengan perbedaan pandangan.

"Kalau ditutup yang terjadi adalah pemberangusan pendapat. Itu juga di Indonesia, Malaysia juga seperti itu," kata dia.

Menurut Ulil, langkah pencekalan yang dilakukan Malaysia tidak ada gunanya dan tidak efektif untuk memberangus gagasan.

"Penyebaran gagasan kan medianya banyak sekali. Kalau diskusi dilarang, orang bisa tulis dimana-mana. Menurut saya, kelompok semacam ini tidak ada gunanya mereka mencekal.
Meskipun dengan begini mereka merasa punya kekuasaan politik dengan memberangus pendapat," kata dia.

Bukan kali ini saja Ulil ditakuti kelompok yang berbeda pandangan. Tahun 2013 lalu, ia pernah diundang menghadiri acara di Surabaya. Acaranya nyaris batal karena mendapat ancaman dari kelompok radikal. Begitu juga ketika ia diundang ke Universitas Diponegoro, Semarang.

"Di Undip acara tetap berlangsung, tidak gagal. Tapi sempat ada rencana demo," katanya.

Acara yang akan dihadiri Ulil di Pekanbaru, Riau, juga pernah dibubarkan. Saat itu, Ulil akan ceramah di acara yang berlangsung di UIN Suska Riau dengan tema Demokrasi di Negara-negara Muslim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendiri Jaringan Islam Liberal Dilarang Masuk ke Malaysia

Pendiri Jaringan Islam Liberal Dilarang Masuk ke Malaysia

News | Minggu, 12 Oktober 2014 | 06:35 WIB

Terkini

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:28 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:16 WIB

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:20 WIB

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:19 WIB

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:47 WIB

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:07 WIB

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:49 WIB

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:32 WIB

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB