- Ribuan buruh dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa peringatan May Day di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
- Massa aksi membubarkan diri dengan tertib menjelang petang setelah rangkaian orasi dan penyampaian aspirasi berakhir di kawasan Senayan.
- Polisi membuka kembali akses Jalan Gatot Subroto dan petugas kebersihan segera membersihkan sisa sampah agar kawasan kembali kondusif.
Suara.com - Ribuan massa unjuk rasa yang memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, mulai membubarkan diri dengan tertib pada Jumat (1/5/2026) petang.
Pantauan Suara.com di lokasi, massa mulai berangsur-angsur meninggalkan area unjuk rasa menjelang waktu Maghrib.
Sejumlah mobil komando yang memimpin jalannya aksi juga telah beranjak meninggalkan gerbang depan kompleks parlemen seiring berakhirnya orasi.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga mulai membuka kembali akses Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi.
Arus lalu lintas yang sebelumnya diblokade kini mulai dapat dilintasi kendaraan dengan pengawalan petugas, meskipun kondisi jalan terpantau masih lengang hingga pukul 18.00 WIB.
Bersamaan dengan normalisasi jalur, sejumlah petugas kebersihan atau pasukan oranye juga telah berada di lokasi untuk membersihkan sampah bekas massa unjuk rasa guna memastikan kawasan Senayan kembali bersih.
![Massa dari berbagai organisasi pekerja melakukan aksi long march menuju Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). [Suara.com/Dea]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/01/31341-gebrak.jpg)
Aksi May Day di depan Gedung DPR ini sebelumnya diikuti oleh gabungan berbagai organisasi pekerja, di antaranya Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Aliansi Gerakan Reformasi Agraria (AGRA), serta Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI).
Massa mengawali kegiatan dengan melakukan long march dari Gerbang Pemuda Gelora Bung Karno menuju Gedung DPR RI.
Dalam iring-iringan tersebut, massa membawa dua replika rudal berukuran besar sebagai simbol aspirasi mereka.
Rangkaian peringatan May Day 2026 ini secara umum berlangsung kondusif hingga massa membubarkan diri