Mainan "Ebola" Ini Laris Manis

Esti Utami

Sabtu, 18 Oktober 2014 | 16:04 WIB
Mainan "Ebola" Ini Laris Manis
Inilah boneka Ebola yang sedang diminati itu (Giantmicrobes Inc.com)

Suara.com - Ini mungkin satu-satunya saat di mana anda menemukan kata-kata "Ebola" dan "Tambahkan ke Daftar Keinginan" dalam kalimat yang sama, yaitu saat anda membeli mainan virus Ebola secara "online" dari perusahaan Giantmicrobes Inc.

Giantmicrobes Inc, perusahaan pembuat mainan mewah berbentuk virus dan organisme mikroskopis, telah menjual habis produk mainan Ebolanya, termasuk boneka kecil Ebola seharga 9,95 dolar AS atau sekitar Rp120 ribu, boneka raksasa Ebola seharga 29,95 dolar AS, dan mainan cawan petri Ebola seharga 14,95 dolar AS.

"Sejak ditemukan pada 1976, Ebola telah menjadi semacam T.Rex dari kelompok mikroba," demikian kata situs perusahaan pembuat "mainan unik menular" itu, yang berbasis di Stamford, Connecticut.

Giantmicrobes Inc mempromosikan mainan-mainan virus Ebola sebagai hadiah konyol yang juga memiliki nilai pendidikan.

Dengan wabah Ebola saat ini, yang sudah menewaskan lebih dari 4.500 orang, sebagian besar di Afrika Barat, telah membuat para pelanggan ingin membeli mainan Ebola, yang terlihat seperti setengah kue kering pretzel.

Dalam situs web-nya, Giantmicrobes Inc menuliskan peringatan berbunyi, "Anda tidak ingin terjangkit Ebola. Suatu periode inkubasi virus yang singkat selama dua hingga 21 hari, yang menimbulkan gejala demam, pegal-pegal, sakit tenggorokan, dan lemas, yang diikuti dengan diare, sakit perut, muntah, serta perdarahan internal dan eksternal. Virus ini menyebabkan kematian pada 50-90 persen korbannya".

Giantmicrobes memasukkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu pelanggan terbesar dalam daftar pelanggannya, bersama dengan perusahaan-perusahaan farmasi dan Palang Merah Amerika Serikat.

Perusahaan itu juga menerima pesanan tunggu karena sedang kehabisan stok mainan Ebola.

"Bagi anda yang kecewa karena kehabisan mainan Ebola dapat mengklik tombol 'Tambahkan ke Daftar Keinginan' dan menunggu stok baru tiba. Atau anda dapat membeli mainan virus dan mikroba lainnya, seperti Anthrax, Botulisme, Kolera dan Demam Berdarah", demikian tertulis pada situs web Giantmicrobes. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wabah Ebola Membuat Saham Maskapai Penerbangan Anjlok

Wabah Ebola Membuat Saham Maskapai Penerbangan Anjlok

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2014 | 15:01 WIB

Desember, Kasus Ebola Bisa Mencapai 10.000 per Minggu

Desember, Kasus Ebola Bisa Mencapai 10.000 per Minggu

Health | Rabu, 15 Oktober 2014 | 16:05 WIB

Malaysia Laporkan Pasien Terduga Ebola

Malaysia Laporkan Pasien Terduga Ebola

Health | Rabu, 15 Oktober 2014 | 13:13 WIB

Domain "ebola.com" Dihargai Rp1,8 Miliar

Domain "ebola.com" Dihargai Rp1,8 Miliar

Tekno | Selasa, 14 Oktober 2014 | 13:49 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×