Seragam Pramugari MAS Picu Tragedi MH370 dan MH17?

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 04 November 2014 | 20:51 WIB
Seragam Pramugari MAS Picu Tragedi MH370 dan MH17?
Pesawat Malaysia Airlines di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang. (Reuters/Olivia Harris)

Akademisi asal Malaysia, Ridhuan Tee Abdullah, mengkritisi kebijakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) terkait seragam pramugari serta minuman beralkohol yang disajikan di dalam pesawat. Ia mengatakan, seharusnya tragedi MH370 dan MH17 bisa jadi pelajaran bagi maskapai tersebut untuk berubah.

Lelaki yang merupakan pengajar senior di Universitas Pertahanan Nasional tersebut mengatakan, ada baiknya MAS mengadopsi model pakaian pramugari yang sesuai dengan norma agama Islam. Menurutnya, seragam pramugari MAS masih terlalu "terbuka". Ia mencontohkan seragam pramugari maskapai penerbangan Brunei Darussalam, yakni Royal Brunei Airlines yang ia nilai pantas dan lebih Islami.

Ia juga mengimbau kepada MAS agar apa yang dipraktikan di maskapai Brunei itu juga dilakukan. Salah satunya adalah pembacaan doa sebelum lepas landas.

"Penerbangan akan dimulai dengan pembacaan doa dan ini membawa kita lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa," katanya

Ridhuan, si penulis kontroversial itu juga menyarankan MAS agar tidak menyajikan minuman beralkohol di dalam pesawat. Menurutnya, penyajian alkohol tak tepat sasaran. Bukan orang asing yang mengkonsumsi minuman tersebut, melainkan orang-orang Malaysia sendiri.

"Apalagi, alkohol kita tidak sebaik alkohol mereka (orang asing). Minuman yang kita sajikan juga merek-merek dari negeri mereka," tulis Ridhuan dalam
sebuah kolom di harian Malaysia, Sinar Harapan.

"Sayangnya, kita tidak juga menerapkan sedikitpun dari hal-hal tersebut. Apakah pelajaran yang diberikan MH17 dan MH370 belum cukup?" tanyanya.

"Maka, saran saya adalah, sebelum murka Allah datang, mulailah menerapkan nilai-nilai religius tersebut. Jangan hiraukan mereka yang tidak ingin masuk surga. Mereka didukung oleh Barat untuk menghancurkan Muslim di negara kita," tutup Ridhuan.

MH370 yang dimaksud Ridhuan adalah pesawat MAS yang hilang dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret silam. Sementara MH17 adalah pesawat, juga milik MAS, yang jatuh dan menewaskan seluruh 298 penumpangnya di Ukraina, tanggal 17 Juli silam. (News.com.au/The Malay Online)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370

Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370

Lifestyle | Kamis, 29 Agustus 2024 | 20:04 WIB

10 Tahun Tragedi MH17, Luka Lama Belum Sembuh, Keadilan Masih Dicari

10 Tahun Tragedi MH17, Luka Lama Belum Sembuh, Keadilan Masih Dicari

News | Rabu, 17 Juli 2024 | 16:51 WIB

Gunung Ruang Meletus, Puluhan Penerbangan di Malaysia dan Singapura Dibatalkan

Gunung Ruang Meletus, Puluhan Penerbangan di Malaysia dan Singapura Dibatalkan

News | Kamis, 18 April 2024 | 19:11 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB