Marwan Jafar akan Menginap di Desa Bekkae

Siswanto | Suara.com

Kamis, 06 November 2014 | 22:09 WIB
Marwan Jafar akan Menginap di Desa Bekkae
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar (Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi)

Suara.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Jumat (7/11/2014), akan blusukan ke Sulawesi Selatan untuk melihat keberhasilan pemukiman transmigrasi yang berada di Desa Bekkae, Kabupaten Wajo, dan posko kesehatan pesantren di Kabupaten Pinrang.

Menteri Marwan berencana untuk menginap di rumah warga Desa Bekkae. Pada malam hari di desa itu, Menteri Marwan sekaligus akan melakukan pengundian los pasar dan bersilaturahmi dengan masyarakat setempat.

“Yang saya laksanakan untuk kemajuan masyarakat desa dan sebagai komitmennya diri yang akan lebih banyak berkantor di desa-desa dibandingkan di kementeriannya di Jakarta,” ujar Menteri Marwan di Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Di Desa Bekkae, selain akan melihat langsung keberhasilan dan keberadaan masyarakat setempat, dia juga akan menyerahkan bantuan serta peresmian prasarana pemukiman.

“Karena tidak terlepas dari peran masyarakat adat setempat yang telah secara sukarela menyerahkan lahannya dan turut berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan dan pengembangan permukiman transmigrasi tersebut,” ujar menteri dari PKB.

Penempatan warga di Pemukiman Transmigrasi Bekkae SP 1 dan SP 2 mulai dilaksanakan tahun 2011 dengan total 453 KK atau 1.879 jiwa dengan pola tanaman pangan.

“Permukiman ini telah berkembang cukup pesat, mudah-mudahan ke depan dapat menjadi desa yang maju,” ujar Menteri Marwan.

Menurut Marwan pemukiman transmigrasi Bekkae merupakan bagian dari kawasan transmigrasi mempunyai potensi cukup besar untuk mengembangkan produksi pangan nasional.

“Permukiman tersebut merupakan salah satu contoh keberhasilan penerapan program focussing melalui peningkatan kualitas permukiman yang dititik beratkan pada peningkatan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat serta kegiatan sosial budaya,” ujar Marwan.

Setelah dari Desa Bekkae, Marwan akan menuju ke Kabupaten Pangkap. Di situ, dia akan bertandang ke Posko Kesehatan Pesantren, berceramah, dan berdialog dengan masyarakat juga menyerahkan bantuan stimulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap

Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:52 WIB

Marwan Jafar Sebut Pansus Haji Masuk Angin: Banyak Yang Disembunyikan

Marwan Jafar Sebut Pansus Haji Masuk Angin: Banyak Yang Disembunyikan

News | Selasa, 24 September 2024 | 16:09 WIB

Pansus Haji Meradang! Menag Yaqut Kembali Tak Hadiri Rapat, Dituding Sengaja Menghindar

Pansus Haji Meradang! Menag Yaqut Kembali Tak Hadiri Rapat, Dituding Sengaja Menghindar

Video | Kamis, 19 September 2024 | 20:35 WIB

Menag Yaqut Kembali Mangkir dari Panggilan Rapat, Pansus Haji Geram: Amoral! Sengaja Dibuat-buat Menghindar

Menag Yaqut Kembali Mangkir dari Panggilan Rapat, Pansus Haji Geram: Amoral! Sengaja Dibuat-buat Menghindar

News | Kamis, 19 September 2024 | 17:54 WIB

Terkini

Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?

Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:05 WIB

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB

Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024

Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:57 WIB

Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!

Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:38 WIB

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:30 WIB

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:20 WIB

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:54 WIB

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB