Ditolak Ulama, Dansa Tak Dilombakan di PON

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 06 November 2014 | 23:59 WIB
Ditolak Ulama, Dansa Tak Dilombakan di PON
Ilustrasi dansa (Shutterstock).

Suara.com - Cabang olahraga dansa akhirnya batal diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional XIX tahun 2016 di Jawa Barat, setelah mendapat penolakan keras dari kalangan ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Penghapusan cabang olahraga dansa dari PON 2016 diputuskan Panitia Besar PON Jabar dan KONI Pusat pada Rapat Koordinasi Teknis KONI se-Indonesia di Hotel Century, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid yang hadir pada rakor tersebut mengatakan penghapusan cabang olahraga dansa atas permintaan dari KONI Jabar, setelah kalangan ulama dan tokoh masyarakat provinsi tersebut melakukan protes kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

"Atas permintaan tuan rumah Jabar, KONI Pusat akhirnya memutuskan dansa tidak dilombakan pada PON 2016," kata Abror dalam penjelasan melalui surat elektronik kepada wartawan.

Abror menilai penghapusan dansa dari arena PON Jabar sangat tepat, karena cabang olahraga ini sebenarnya tidak sesuai dengan budaya masyarakat Jabar yang terkenal religius.

"Kalau masyarakat Jabar yang sangat religius itu menolak, sebaiknya memang diperhatikan demi menjaga moralitas masyarakat. Jatim sangat mendukung keputusan PB PON dan KONI Pusat," tambahnya.

Bahkan, jauh sebelum cabang itu dicoret, KONI Jatim sebenarnya pernah mendesak KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk tidak menyetujui dansa dilombakan pada ajang PON, tidak hanya saat PON Jabar tetapi juga PON seterusnya.

"Alasannya sangat sederhana, karena dansa itu bukan termasuk olahraga prestasi dan tidak sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia," ujar Abror.

Cabang dansa terakhir kali dilombakan saat PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur dan setelah itu pada PON XVIII/2012 di Riau dihilangkan. Pada PON-PON sebelumnya, dansa juga tidak menjadi cabang yang dilombakan.

Dengan pencoretan tersebut, KONI Jatim juga segera mencoret dansa dari program pemusatan latihan daerah pada 2015, karena saat ini baru masuk program pembinaan khusus.

"Ya terpaksa harus dicoret, wong cabangnya tidak dilombakan," tambah Abror.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI