Jangan Jual Aset Pramuka untuk Lahan Komersial

Angelina Donna | Suara.com

Sabtu, 08 November 2014 | 16:16 WIB
Jangan Jual Aset Pramuka untuk Lahan Komersial
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (tengah). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan agar aset inventaris Pramuka seperti lapangan terbuka jangan sampai berubah menjadi lahan komersial sehingga tak ada lagi tempat untuk melatih jiwa dan raga, jambore serta berkemah.

"Bagaimana mungkin Pramuka bisa baik kalau sarana seperti lapangan terbuka tak ada. Makanya aset milik Pramuka jangan dijual dijadikan mal, ruko atau hotel," kata Jusuf Kalla saat membuka Rapat Koordinasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Se-Indonesia dan Pertemuan Sekretaris Kwarda Tahun 2014 di Jakarta, Sabtu (8/10/2014).

Hadir dalam acara itu Ketua Kwartir Nasional Adhyaksa Dault serta seratusan pimpinan Kwarda dari berbagai daerah di Tanah Air.

Dia juga mengkritik jika ada pengurus Pramuka yang menjual inventaris lahan terbuka yang seharusnya bisa dipergunakan untuk berbagai kegiatan dan latihan Pramuka.

Menurut Jusuf Kalla, dengan memiliki lahan atau lapangan terbuka maka generasi muda bisa rutin untuk berlatih Pramuka sehingga bisa membentuk jiwa dan raganya.

"Jadi kalau ada ketua Kwarda di daerah yang mendapat hibah lahan terbuka lalu diubah menjadi kebun sawit dan saat ini ditahan, ya wajar saja. Kan memang peruntukannya untuk kegiatan Pramuka," kata wapres.

Kalla menambahkan pula Pramuka juga harus direvitalisasi dengan mengembalikan kepada tujuan awal yaitu membangun jiwa dan raga sehingga keberadaannya benar-benar dapat berfungsi dan berguna bagi masyarakat.

"Saat ini yang terjadi adalah generasi menggunakan baju Pramuka berwarna coklat dengan lambang-lambangnya namun tak tahu makna apa itu maknanya. Saya pikir bukan begitu cita-cita yang diinginkan oleh pendiri Pramuka Baden Powell," kata Jusuf Kalla.

Menurut Wapres, saat ini banyak yang tidak mengetahui mengingat generasi muda tidak mempelajari mengenai arti Pramuka itu sendiri.

Untuk menjadi Pramuka, kata wapres, seseorang harus memahami dan latihan tidak hanya sekedar menggunakan pakaian berwarna coklat serta hanya ikut dalam berbagai kegiatan seperti jambore dan kemah.

"Kalau sudah jambore mulai dari bupati sampai supir semua menggunakan pakaian Pramuka. Lalu untuk apa kita yang berlatih sejak awal untuk menjadi Pramuka dan berhak memakai pakaian Pramuka kalau semua orang bisa pakai baju coklat?," kata Wapres.

Sementara itu Adhyaksa Dault mengatakan aset Pramuka harus dikelola secara transparan dan akuntabel sehingga tidak berubah menjadi lahan komersial yang dikelola oleh swasta.

"Aset Pramuka berbentuk tanah dan gedung. Itu bukan hanya milik Kwarna tapi juga milik semua Kwarda bahkan juga milik bangsa Indoensia sehingga harus dikelola dengan integritas tinggi, transparan dan akuntabel," katanya.

Adhyaksa mengatakan menginventarisasi aset Pramuka mengelola serta mempertahankan sebagai aset nasional merupakan salah satu program penting dirinya sebagai ketua terpilih periode 2013-2018. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden: Gerakan Pramuka Mencegah Masuknya Paham Radikal

Presiden: Gerakan Pramuka Mencegah Masuknya Paham Radikal

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 19:29 WIB

Dede Yusuf: Pramuka Melahirkan Pemuda Berkarakter

Dede Yusuf: Pramuka Melahirkan Pemuda Berkarakter

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 12:20 WIB

Terkini

Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut

Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:07 WIB

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:04 WIB

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:59 WIB

Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan

Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:36 WIB

Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup

Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:33 WIB

Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak

Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:24 WIB

Kronologis Polisi Arab Saudi Tangkap 3 WNI di Makkah karena Penipuan Paket Haji Fiktif

Kronologis Polisi Arab Saudi Tangkap 3 WNI di Makkah karena Penipuan Paket Haji Fiktif

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB

Guncang Pasar Energi Dunia, Mengapa UEA Nekat Tinggalkan OPEC Setelah 60 Tahun?

Guncang Pasar Energi Dunia, Mengapa UEA Nekat Tinggalkan OPEC Setelah 60 Tahun?

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB

DPR Siapkan 'Omnibus Ketenagakerjaan' Baru: Nasib Outsourcing hingga Pesangon Bakal Dirombak Total?

DPR Siapkan 'Omnibus Ketenagakerjaan' Baru: Nasib Outsourcing hingga Pesangon Bakal Dirombak Total?

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:15 WIB

Pasca Kecelakaan Bekasi, DPR Usul Kabin Masinis Dilengkapi Monitor CCTV Pantau Jalur 2 Km ke Depan

Pasca Kecelakaan Bekasi, DPR Usul Kabin Masinis Dilengkapi Monitor CCTV Pantau Jalur 2 Km ke Depan

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:13 WIB