Suara.com - Aburizal Bakrie mengatakan mayoritas DPD tingkat I maupun II sudah menerima laporan pertanggungjawabannya sebagai ketua umum Golkar dalam rapat pemaparan pandangan umum di Musyawarah Nasional IX, Bali.
"Tidak ada penolakan," kata Aburizal usai rapat di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (2/12/2014) dini hari.
Hal ini sesuai dengan prediksi Aburizal sebelumnya bahwa semua peserta munas akan menerima laporan pertanggungjawabannya.
Usai membacakan laporan, kata dia, para peserta munas memberikan apresiasi.
Dalam LPJ, Aburizal menerangkan sejumlah poin penting selama masa kepemimpinannya. Pertama, mengenai yang telah dikerjakan. Kemudian, strategi dalam pencapaian kesuksesan partai, seperti konsolidasi vertikal horizontal dan kaderisasi dan sukses dalam pembangunan berkelanjutan.
"Saya sampaikan beberapa sikap-sikap Partai Golkar yang dikemukakan di dalam fraksi PG misal sikap dalam UU Desa sesuai dengan moto Golkar pembangunan desa. Kemudian memberitahukan apa yang kita kerjakan selama, kita menjadi koalisi di Presiden SBY," ujarnya.
Kesuksesan lainnya, kata dia, pemilu secara menyeluruh. Maksudnya, pilkada dalam kurun 2010-2014, Golkar memimpin dengan perolehan 59 persen total di seluruh Indonesia.
"Itu jauh di atas target 51 persen yang diberikan Rapimnas 2010," katanya.
Dia menambahkan dalam pileg 2014, Partai Golkar hanya menjadi pemenang kedua dan menjadi pendukung dari pasangan Prabowo - Hatta serta bergabung menjadi kekuatan penyeimbang bersama Koalisi Merah Putih.
"Dan di dalam KMP kader Partai Golkar, Setya terpilih ketua DPR dan Mahyudin wakil ketua MPR dan kemudian selain itu maka kita telah lakukan alat kelengkapan dewan yang banyak. Meskipun jumlah kursi mengecil kita tahu jumlah suara pileg 2014 lebih dari 18 juta suara, lebih dari 3,5 juta suara lebih banyak dari 2009," kata dia.