Kisah Korban Tsunami Kehilangan Anak Istri

Siswanto

Kamis, 25 Desember 2014 | 13:42 WIB
Kisah Korban Tsunami Kehilangan Anak Istri
Pengunjung menyaksikan foto bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. (Antara/Ampelsa)

Suara.com - Wajahnya seketika berubah, saat ia menceritakan kepedihan yang menimpa 10 tahun silam. Kedua bola mata berkaca-kaca, menahan air mata. Meski tak tumpah menyentuh pipi, wajahnya tetap terlihat sedih. Larut dalam kepiluan kenangan lalu. Begitu juga dengan suaranya, parau.

Namanya Sayed Muhammad Husen. Lelaki berusia 49 tahun itu menjadi salah korban tsunami yang kehilangan anak dan istri.

"Tak tahu dimana jasad mereka. Saya sudah mengikhlaskan mereka kembali kepada-Nya," kata Sayed saat ditemui Kamis (25/12/14) di Banda Aceh.

Saat tsunami melanda, diceritakan Sayed, ia tengah berada gedung Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. Meski hari libur, ia tetap bekerja melaksanakan tugasnya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi Ekonomi Syariah MPU Aceh.

"Pagi itu saya berangkat kerja diantar istri. Saya tiba lebih pagi ke Gedung ICMI, karena harus mempersiapkan berbagai kebutuhan acara," ujarnya.

Sayed berpisah dengan istri setelah terjadi gempa besar. Istrinya yang bernama Nour Izmi Nurdin, kembali ke rumah di Desa Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh setelah keadaan kembali normal. Kata dia, meski guncangan gempa begitu kuat, tak ada firasat buruk menyertainya.

"Setelah gempa, Mimi (panggilan istri Sayed) kembali. Entah dari mana berjalan, saya tidak tahu. Tak ada firasat apapun saat itu," katanya.

Karena merasa kondisi baik-baik saja, Sayed lantas memutuskan untuk melihat-lihat suasana Aula ICMI, tempat berlangsungnya workshop. Saat itu, Sayed ditemani petugas kebersihan gedung yang bernama Nazar. Tak lama berselang, tiba-tiba saja air Krueng Daroy di halaman gedung ICMI meluap.

"Orang-orang berlarian ke sana. Beberapa pemuda juga mengangkat mayat dari aliran deras air Krueng Daroy," katanya.

Kendati demikian, Sayed tidak tepengaruh dengan suasana itu. Ia memilih tetap berada di ruangan untuk mempersiapkan berbagai kekurangan acara. "Sampai pukul 10.00 WIb belum juga ada tanda-tanda peserta datang. Tapi tetap saya tidak punya firasat jelek," ucapnya.

Meski ruangan masih kosong, Sayed tak patah semangat. Ia tetap memutuskan untuk menunggu para peserta hingga waktu dzuhur tiba. Setelah melaksanakan salat dzuhur, Sayed kembali melihat kondisi Aula. Dan ternyata masih tidak berpenghuni. "Barulah saya putuskan untuk kembali ke rumah," katanya.

Dengan meminta bantuan Nazar, Sayed pun kembali. Awalnya, kata Sayed, agar perjalanan tidak terganggu, Ia dan Nazar akan melewati Jalan Iskandar Muda menuju Ulee Lheu, lalu belok melalui Desa Deyah Geulumpang untuk sampai ke rumah. Namun rencana itu sia-sia, sesampai di kawasan Taman Sari, Banda Aceh, sepeda motor tak bisa lagi berjalan.

"Karena sudah dipenuhi lumpur jadi gak bisa jalan lagi. Saya lantas memutuskan berjalan kaki hingga sampai lapangan Blang Padang. Di situ saya dengar dari orang-orang kalau desa tempat saya tinggal telah hancur, kita tidak bisa lagi ke sana," kata Sayed.

Hati Sayed bergetar sambil menimbulkan tanda tanya, Musibah apa yang terjadi ini ? Sebab ia sendiri memang melihat banyak tumpukan sampah bangunan rumah yang hancur. Mayat-mayat yang bergelimpangan di sekitarnya. Ada juga yang merintih kesakitan menahan tumpukan kayu.

"Saya sempat lihat dari dekat mayat anak-anak yang diletakkan di pinggir jalan, siapa tahu anak itu mirip dengan dua anak saya Nada Nursaid yang 6 tahun dan Rif'ah Nusaid yang berusia 1,5 tahun," katanya.

Setelah lelah mencari, Sayed lantas memutuskan kembali ke Gedung ICMI. Di sana ia berkesimpulan untuk menemui saudaranya, Sayuthi Sulaiman yang tinggal di kawasan Setui, Banda Aceh. Hanya berselang beberapa menit setelah pikiran itu di niatkan, ia pun beranjak.

"Di tempat Sayuthi inilah saya baru mendapat gambaran yang agak jelas tentang apa yang terjadi," katanya.

Sayed tak banyak bicara. Ia hanya diam setelah mendengar kabar itu. Kabar tentang tsunami telah menyapu Banda Aceh.

"Dan di situ saya berkesimpulan jika anak-anak dan istri saya tidak ada lagi," katanya.

Alasan itu diucapkan Sayed, karena rumah mereka tak jauh dari laut. Kawasan Meuraxa Banda Aceh merupakan salah satu titik terparah yang dilanda tsunami 2004 lalu.

Sayed mengikhlaskan kepergian keluarga kecilnya. Istrinya yang sedang hamil tiga bulan tak tahu entah kemana, begitu juga dengan dua anaknya.

"Hingga kini hanya wajah mereka yang terkenang. Sedangkan jasadnya tak pernah saya temui, meski sudah lelah mencari," kata Sayed. [Afiansyah Ocxie]  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh

Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Masjid Raya Baiturrahman Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional

Masjid Raya Baiturrahman Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional

Foto | Senin, 09 Maret 2026 | 19:25 WIB

Mengenang Perjuangan Penyintas Tsunami Aceh dalam Hafalan Shalat Delisa

Mengenang Perjuangan Penyintas Tsunami Aceh dalam Hafalan Shalat Delisa

Your Say | Rabu, 11 Februari 2026 | 12:10 WIB

Bencana Aceh 2025: PLN Catat 442 Titik Kerusakan Listrik, Jauh Melampaui Dampak Tsunami 2004

Bencana Aceh 2025: PLN Catat 442 Titik Kerusakan Listrik, Jauh Melampaui Dampak Tsunami 2004

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:02 WIB

Mengapa Cara Prabowo Tangani Bencana Begitu Beda dengan Zaman SBY? Ini Perbandingannya

Mengapa Cara Prabowo Tangani Bencana Begitu Beda dengan Zaman SBY? Ini Perbandingannya

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:34 WIB

Kisah Pria Aceh Korban Selamat Tsunami, Pindah-Pindah Panti Asuhan sampai Dewasa

Kisah Pria Aceh Korban Selamat Tsunami, Pindah-Pindah Panti Asuhan sampai Dewasa

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 21:18 WIB

Gua Ek Leuntie: Jejak Tsunami Tertua di Aceh Terungkap!

Gua Ek Leuntie: Jejak Tsunami Tertua di Aceh Terungkap!

Video | Rabu, 01 Januari 2025 | 08:05 WIB

Momen Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh di Asia

Momen Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh di Asia

Foto | Jum'at, 27 Desember 2024 | 19:24 WIB

Kisah Pilu Tsunami Aceh yang Melahirkan Perdamaian Abadi

Kisah Pilu Tsunami Aceh yang Melahirkan Perdamaian Abadi

Video | Jum'at, 27 Desember 2024 | 18:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×