Ini Komunikasi Terakhir Pilot AirAsia dengan Menara Kontrol

Doddy Rosadi | Suara.com

Minggu, 28 Desember 2014 | 11:35 WIB
Ini Komunikasi Terakhir Pilot AirAsia dengan Menara Kontrol
Ilustrasi: Cockpit pilot. (Shutterstock)

Suara.com - Pilot AirAsia sempat meminta izin untuk menaikkan ketinggian pesawat kepada menara kontrol sebelum kemudian hilang kontak.

Permintaan itu dilakukan kemungkinan karena cuaca buruk yang dilewati pesawat  nomor penerbangan QZ8501 dengan rute penerbangan Surabaya menuju Singapura tersebut.

Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan, cuaca buruk kemungkinan menjadi penyebab dari hilang kontaknya pesawat AirAsia dengan menara kontrol. Kata dia, ada tiga kemungkinan yang dialami pesawat AirAsia tersebut yaitu melakukan pendaratan darurat di air, pendaratan darurat di bandara terdekat atau jatuh.

“Kita belum bisa mengambil kesimpulan apa yang dialami pesawat itu. Yang saya tahu pesawat itu hilang kontak setelah minta menaikkan ketinggian. Setelah itu, komunikasi terputus. Posisi pesawat terakhir sudah terdeteksi saat pilot melakukan komunikasi terakhir. Kemungkinan besar pesawat itu ada di sekitar wilayah udara Kalimantan atau Kepulauan Riau,” kata Dudi kepada suara.com melalui sambungan telepon, Minggu (28/12/2014).

Dudi mengatakan, AirAsia merupakan maskapai penerbangan yang mempunyai rekam jejak bagus terkait keselamatan penerbangan. Kata dia, selama ini belum ada informasi tentang kecelakaan yang dialami pesawat itu. Menurut Dudi, ini merupakan kali pertama pesawat AirAsia hilang kontak dengan menara kontrol.

“Saat ini kami tidak mempunyai informasi tentang status penumpang dan juga kru pesawat. Namun, kami dengan sejumlah pihak akan terus memberikan informasi dan juga perkembangan terbaru terkait kasus ini,” demikian keterangan AirAsia di laman Facebook-nya.

Pesawat Airbus A320-200 itu mempunyai nomor registrasi PK-AXC. Saat ini, tim SAR tengah melakukan pencarian dan AirAsia akan memberikan bantuan penuh untuk membantu kerja dari tim tersebut.

AirAsia juga sudah menyiapkan Emergency Call Centre yang bisa dihubungi keluarga atau teman dari penumpang pesawat yang hilang kontak tersebut. Nomor yang bisa dihubungi adalah: +622129850801.

Pesawat AirAsia tersebut membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 anak dan satu bayi, dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi. Pesawat diterbangkan oleh Kapten Irianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB