5 Prestasi dan Momen Penting Olahraga Indonesia di 2014

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2014 | 09:30 WIB
5 Prestasi dan Momen Penting Olahraga Indonesia di 2014
Suasana pelepasan atlet Indonesia menuju Asian Games 2014 di Incheon lalu. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Bicara tentang pencapaian olahraga Indonesia, sebagian orang mungkin akan langsung menggeleng, karena sejauh ini belum banyak yang bisa dibicarakan. Namun demikian, dari tahun ke tahun sebenarnya selalu ada saja kiprah atlet atau olahragawan Indonesia yang minimal tergolong membanggakan.

Beberapa pebalap muda misalnya, masih berkiprah di jalurnya masing-masing di ajang dunia. Atlet-atlet lain dari cabang yang khas seperti panjat tebing, atau selancar, catur dan lain-lain, bahkan terkadang mencatatkan prestasi dunia tanpa banyak kabar berita.

Namun bicara soal ajang atau cabang olahraga yang menjadi pusat perhatian masyarakat, memang masih relatif bisa dihitung jari kejayaannya. Dalam hal ini, bulutangkis masih menjadi salah satu tulang punggung prestasi, kendati dianggap sudah tak sehebat dulu lagi.

Berikut lima di antara pencapaian penting olahraga Indonesia sepanjang tahun 2014 ini, sebagaimana catatan Suara.com:

-Gelar All England
All England sudah lama dikenal sebagai salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi di dunia. Makanya, mampu merebut dua gelar juara (ganda putra dan ganda campuran) di All England tahun ini yang digelar awal Maret, memang bisa disebut tergolong spesial.

Jika gelar juara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merupakan hat-trick (beruntun) bagi mereka, maka spesialnya gelar ganda putra adalah karena terakhir kali Indonesia meraihnya adalah pada 2003 lalu. Makanya wajar, begitu mampu meraih gelar ini, kepercayaan diri Hendra/Ahsan pun kian tinggi.
[Baca: Target Ganda Usai All England]

-Medali emas Greysia/Nitya
Pencapaian ini tergolong spesial, lantaran Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sebenarnya tidak ditargetkan untuk medali emas di ajang kali ini. Namun, meski banyak unggulan lebih tinggi di atasnya, Greysia/Nitya nyatanya mampu menjadi pemenang. Pencapaian mereka ini pun sekaligus bisa menutupi gagalnya Tontowi/Liliyana meraih emas.
[Baca: Kebanggaan Greysia/Nitya]

-Tuan rumah Asian Games
Di ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korsel, ini Indonesia sebenarnya bisa dikatakan tidak meraih hasil maksimal yang membanggakan. Hanya mengumpulkan 4 medali emas (dua di antaranya dari bulutangkis), 5 perak dan 11 perunggu, Indonesia cuma menempati peringkat ke-17 di perolehan medali akhir. Justru di ajang Asian Paragames yang digelar setelahnya pada pertengahan Oktober, pencapaian Indonesia lebih baik di posisi ke-9 (dengan 9 medali emas, 11 perak dan 18 perunggu).

Penunjukan resmi Indonesia oleh Komite Olimpiade Asia ini sendiri mungkin tak bisa disebut benar-benar sebagai pencapaian, karena sebenarnya Indonesia hanya menggantikan Vietnam yang resmi mengundurkan diri pada April lalu. Walau begitu, setelah pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962 lalu, kembalinya ajang ini ke Jakarta (akan dibantu Bandung dan Palembang) pada 2018 disambut dengan antusias.
[Baca: Ahok Terima Bendera Asian Games]

-Menpora baru
Ini juga mungkin tidak bisa disebut sebagai sebuah pencapaian, namun setidaknya bisa dicatat sebagai salah satu momen penting. Bagaimanapun, bergantinya Menteri Olahraga dari Roy Suryo ke Imam Nachrowi pada Oktober lalu, bisa menjadi momentum baru bagi Kemenpora untuk lebih mendorong prestasi olahraga Indonesia. Memang belum ada gebrakan sejauh ini, namun minimal janji-janji Imam untuk menambah fasilitas, mendorong kesejahteraan atlet (termasuk dana pensiun), menyelesaikan masalah KONI-KOI, hingga membantu PSSI mengatasi mafia bola dan lain-lain, pantas ditunggu.
[Baca: Wawancara Menpora]

-Pencapaian POM ASEAN
Kota Palembang menjadi tuan rumah ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN pada Desember tahun ini. Bagi Palembang sendiri, ini semacam lanjutan pencapaian setelah mampu menggelar SEA Games pada 2011 lalu, juga Islamic Solidarity Games (menggantikan Riau) pada 2013. Berikutnya, Palembang juga akan menjadi salah satu co-host Asian Games 2018 di Jakarta mendatang. Sementara dari segi prestasi, selain mampu kembali menjadi juara umum dengan 64 medali emas, 77 perak dan 45 perunggu, beberapa atlet Indonesia juga tercatat memecahkan rekor di ajang ini.
[Baca: Pecahkan Rekor Renang]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Sosok Olahragawan Paling Menyedot Perhatian di 2014

5 Sosok Olahragawan Paling Menyedot Perhatian di 2014

News | Selasa, 30 Desember 2014 | 09:30 WIB

5 Pencapaian dan Rekor Penting Olahraga di 2014

5 Pencapaian dan Rekor Penting Olahraga di 2014

News | Senin, 29 Desember 2014 | 09:30 WIB

5 Peristiwa Buruk di Dunia Olahraga 2014

5 Peristiwa Buruk di Dunia Olahraga 2014

News | Minggu, 28 Desember 2014 | 09:30 WIB

5 Ajang Akbar Olahraga Dunia Sepanjang 2014

5 Ajang Akbar Olahraga Dunia Sepanjang 2014

News | Sabtu, 27 Desember 2014 | 09:30 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB