"Sudah Waktunya Kita Semua Duduk Bersama"

Siswanto

Senin, 03 November 2014 | 05:36 WIB
"Sudah Waktunya Kita Semua Duduk Bersama"
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi (suara.com/Siswanto)

Nama Imam Nachrowi semula tidak disebut-sebut dalam bursa menteri kabinet pemerintahan periode 2014-2019. Nama Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa ini baru muncul di daftar kandidat setelah Muhaimin Iskandar mundur dari bursa.

Itu sebabnya, begitu namanya diumumkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi menteri, sejumlah kalangan kaget. Apalagi, ia ditempatkan di kursi Menteri Pemuda dan Olahraga. Penempatan Imam di bidang Kemenpora membuat sebagian kalangan bertanya-tanya, mampukah dia? Soalnya, Imam dinilai tidak memiliki jejak prestasi di dunia olahraga profesional.

Mereka meragukan kemampuan Imam yang kini telah melepaskan jabatan di DPP PKB dalam menyelesaikan berbagai masalah kompleks di dunia olahraga Tanah Air. Imam juga diragukan bisa meningkatkan prestasi olahraga Nasional di tengah tantangan yang semakin berat.

Tapi, bagi Imam, tidak masalah orang meragukan kemampuannya dalam mengelola Kemenpora. Ia berprinsip, kalau kita bekerja, bekerjasama, dan tetap semangat mengukir prestasi, tidak ada yang mustahil.

Imam adalah satu dari empat kader PKB yang mendapat jatah kursi menteri. Suara.com berkesempatan wawancara dengan Imam usai acara serah terima jabatan di kantor Kemenpora, pekan lalu. Imam mengungkap sejumlah rencana untuk meningkatkan prestasi olahraga, ia memiliki solusi untuk mengatasi problem pendanaan pembinaan alet, serta punya harapan-harapannya, sekaligus jawaban atas kalangan yang meragukan kemampuannya. 

Berikut ini petikan wawancara dengan Menpora baru.

Sejumlah kalangan meragukan kemampuan Anda untuk memimpin institusi ini karena Anda berlatar belakang politisi, bukan olahragawan. Bagaimana Anda meyakinkan bahwa Anda orang yang tepat di sini?

Ya, sah-sah saja, orang menilai, boleh saja. Kan ini negara demokrasi. Tapi, saya mohon doa agar saya bisa bekerja lebih baik, bisa menghasilkan sesuatu hal yang lebih baik, seperti yang kemarin telah diukir oleh Pak Roy Suryo (mantan Menpora).

Apakah Anda akan mendengar masukan-masukan dari orang-orang berpengalaman di bidang olahraga untuk meningkatkan prestasi semua cabang olahraga?

Pasti, pasti, saya akan medengarkan masukan. Dan saya akan mendatangi beliau-beliau nanti.  Insya Allah satu persatu akan saya datangi. Doakan supaya diberi kesehatan. 

Apa kebijakan yang akan diambil agar olahraga, pemuda, dan kepramukaan sama-sama maju?

Ya, kemarin ada protes dari OKP, dari kepemudaan. Ini (Kemenpora) rupanya lebih fokus kepada olahraga, kepemudaan tidak diperhatikan, pramuka juga begitu. Nanti, kami akan memberlakukan asas keadilan. Kita akan lihat, sekaligus ini menjadi bekal kami untuk melaporkan kepada Presiden agar Kemenpora  di-support lebih besar untuk kemajuan pemuda dan olahraga serta kepramukaan.

Apakah Anda sudah mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di dunia olahraga kita?

Ya, prestasi, kemudian pembinaan atlet, sarana dan prasarana, kemudian kerja sama dari semuanya. Kerja sama ini maksudnya dari stakeholder yang ada, menjadikan olahraga ini sebagai unggulan dan kebanggaan nasional dan internasional serta olahraga bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Bagaimana cara yang akan Anda tempuh untuk menjadikan olahraga sebagai kebanggaan?

Kami akan keliling ke seluruh cabang olahraga untuk  memastikan persoalan-persoalan yang terjadi seperti apa sekaligus mengetahui cara penyelesaiannya. Insya Allah akan kami lakukan lebih cepat lebih baik. 

Berapa anggaran untuk pembinaan olahraga dan apakah sudah mencukupi?

Mengenai anggaran, kan APBN 2015 sudah didok (disetujui) kemarin. Kita tinggal melaksanakan. Kalau memang itu dianggap tidak efektif, kita akan coba evaluasi nanti ya biar semuanya bisa bekerja cepat, tidak terhambat oleh mekanisme internal. Kita akan evaluasi nanti.

Bagaimana cara untuk mengatasi persoalan dana?

Doakan agar Kemenpora dapat dana lebih besar nanti. 

Apakah ada rencana untuk menggandeng BUMN terkait pengadaan dana?

Yang pasti, seperti sering saya katakan di tempat lain, bahwa ini sudah waktunya, BUMN, pihak swasta, kemudian stakeholder yang lainnya untuk mau duduk bersama, bicara tentang masa depan olahraga ini. 

Apa tanggapan Anda mengenai pendapat bahwa industrialisasi olahraga harus diprioritaskan agar olahraga bisa mandiri?

Iya harus. Makanya kami nanti akan keliling ke BUMN ke perusahaan-perusahaan agar mendapat support yang besar juga. Kita akan tiru negara-negara maju nanti.  Insya Allah ini akan segera dilaksanakan. 

Bagaimana cara memancing anak muda mau jadi atlet, mengingat mereka melihat banyak atlet setelah pensiun hidupnya sengsara?

Ya, kita akan mencoba untuk memperhatikan masa depan mereka  ya, yang pasti yang pertama harus ada semangat dulu bahwa mereka ingin meraih prestasi yang tinggi. Itu yang penting menurut saya. Baru yang kedua, cara rekrutmen kita sekaligus penempatan mereka ya, itu harus diperhatikan. Lebih dari itu adalah memperhatikan masa depan mereka.

Perhatian seperti apa yang akan diberikan pemerintah terhadap mereka nantinya?

Bisa PNS, asuransi, atau yang lain, kita lihat nanti kemampuan keuangan kita. Karena kalau semata-mata mengandalkan Kemenpora itu tidak cukup. Pasti butuh yang lain.

Setelah dilantik, apa langkah yang akan diambil dalam waktu dekat dan apa yang menjadi prioritas?

Kami akan konsultasi dengan semua eselon, dari situ kita akan melihat sejauh mana yang sudah dilakukan, targetnya apakah sudah dipenuhi, program-program yang sudah dicanangkan oleh Pak Roy Suryo, sejauh mana keberhasilannya. Kalau ada kesalahan dan kelemahan, kita akan urai kembali nanti. Jadi, kita akan mendalami semuanya,  beberapa keluhan mungkin itu akan kita jadikan prioritas. 

Lebih dari itu, Presiden telah menginstruksikan kepada saya agar melakukan persiapan yang matang  sejak hari ini untuk menyiapkan Asian Games 2018, dimana kita menjadi tuan rumah. Itu salah satu yang menjadi prioritas. 

Prioritas yang kedua, kita akan konsolidasi secara total dengan stakeholder yang terkait. Karena bagi kami ini menjadi sesuatu yang sangat penting di saat harapan publik begitu besar terhadap meingkatnya prestasi olahraga kita. Sepak bola dan seluruh cabang olahraga lainnya akan menjadi perhatian kita. 

Insya Allah dalam waktu satu bulan ini, saya akan mendalami semuanya, saya akan mendatangi seluruh tempat-tempat cabang olahraga. Semua teman-teman kita yang sedang berupaya, kita akan dalami dan kita dengar seperti apa keluhannya. Termasuk apakah keluhan terhadap Kemenpora sebagai fasilitator dari penyelenggaraan olahraga ini. 

Indonesia akan jadi tuan rumah Asian Games 2018, apa persiapan menuju ke sana?

Tentu kami akan melihat dulu sejauh mana sarana dan prasarana yang sudah dipersiapkan, dan sejauh mana kesiapan para atlet kita. Lalu, kita perlu lihat apa saja yang perlu kita topang, mungkin faktor pendanaan, mungkin juga fkator motivasi, mungkin juga faktor keterlibatan publik, masyarakat, BUMN, perusahaan.

Bagi saya ini amat penting untuk kita jalin, kita rangkai seluruhnya ini agar Asian Games ini betul-betul bisa bawa harkat dan harga diri kita sebagai bangsa besar ini.

Bagaimana langkah Anda untuk menangani masalah KONI dan KOI?

Saya kira ini sudah menjadi masalah berkepanjangan. Saya akan segera memanggil kedua belah ini untuk sama-sama kita dengarkan , kemudian saya akan mendudukan dalam satu meja, kira-kira hal prinsip apa benang kusut selama ini.

Yang pasti belajar dan niat baik untuk melihat masa depan olahraga kita ini insya Allah akan ada solusi. Kata Presiden Jokowi, tidak boleh lagi ada ego sektoral. Tidak boleh ada lagi mempermainkan hal-hal yang menghambat kinerja. 

Terkait dengan jargon revolusi mental Pak Jokowi, apa yang akan dilakukan untuk merevolusi atau mereformasi birokrasi Kemenpora?

Ya, kita mengembalikan semangat akan tugas dan wewenang bahwa mereka bukan semata-mata demi mereka sendiri , tapi demi bangsa Indonesia. Jadi, dengan apa yang terjadi kemarin, apalagi image Kemenpora ini kan sudah sedemikian rupa, ini harus dikembalikan kembali agar ada kepercayaan, agar ada kondisi yang kondusif, di internal Kemenpora. 

Tapi itu sudah mulai dibangun oleh Pak Roy Suryo, kami akan melanjutkannya. (Siswanto/Doddy Rosadi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:25 WIB

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Dasco dan Muhadjir Effendy Bertemu, Upayakan Perpendek Masa Tunggu Jemaah Haji

Dasco dan Muhadjir Effendy Bertemu, Upayakan Perpendek Masa Tunggu Jemaah Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Bank BJB Diduga 'Kondisikan' Hasil Audit BPK Terkait Pengadaan Iklan

Bank BJB Diduga 'Kondisikan' Hasil Audit BPK Terkait Pengadaan Iklan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:14 WIB

Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa

Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa

Lampung | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:13 WIB

×