QZ8501 Tak Punya Izin Terbang, Ini Komentar Presdir AirAsia

Doddy Rosadi

Sabtu, 03 Januari 2015 | 15:49 WIB
QZ8501 Tak Punya Izin Terbang, Ini Komentar Presdir AirAsia
Ilustrasi: AirAsia. (Shutterstock)

Suara.com - Maskapai penerbangan Air Asia Indonesia membenarkan rute Surabaya-Singapura telah dibekukan oleh Kementerian Perhubungan. Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko mengatakan, AirAsia akan bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah dalma melakukan evaluasi.

Namun, Sunu menolak untuk memberikan komentar tentang pesawat QZ8501 yang tidak punya izin terbang pada hari Minggu, (28/12/2014) lalu.

“Kami sadar bahwa pemerintah tengah melakukan proses evaluasi dalam investigasi. Karena itu, kami akan memberikan bantuan sepenuhnya. Kami dari manajemen AirAsia tidak akan memberikan komentar apa pun hingga laporan evaluasi selesai,” kata Sunu.

Sebelumnya, Direktur Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo mengatakan, pesawat AiAsia QZ8501 belum mendapatkan izin untuk terbang pada hari Minggu pukul 05.30 WIB.

“AirAsia telah melanggar aturan yang diterapkan. Karena itu, izin penerbangan AirAsia untuk rute Surabaya-Singapura dibekukan sementara,” kata Djoko.

AirAsia QZ8501 seharusnya lepas landas pada pukul 07.30 WIB. Namun, maskapai tersebut memajukan jadwal penerbangan menjadi 2 jam lebih cepat ke pukul 05.30 WIB. Pesawat tersebut jatuh di Teluk Karimata dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Tim SAR sudah berhasil mengevakuasi 30 jenazah penumpang pesawat itu. Total, AirAsia QZ8501 mengangkut 155 penumpang dan 7 kru. Hingga kini belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat itu. (Straitstimes)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Cerita Pilot Super Puma yang Gagal Angkut Jenazah AirAsia

Ini Cerita Pilot Super Puma yang Gagal Angkut Jenazah AirAsia

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 15:03 WIB

12 Jenazah Korban AirAsia Tiba di Surabaya

12 Jenazah Korban AirAsia Tiba di Surabaya

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 14:38 WIB

Kemenaker Beri Santunan ke Korban AirAsia

Kemenaker Beri Santunan ke Korban AirAsia

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 14:23 WIB

Identifikasi Korban AirAsia Lebih Penting Ketimbang Autopsi

Identifikasi Korban AirAsia Lebih Penting Ketimbang Autopsi

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 14:08 WIB

Polri Belum Dapat Data Ante Mortem Kopilot AirAsia dari Prancis

Polri Belum Dapat Data Ante Mortem Kopilot AirAsia dari Prancis

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 13:48 WIB

12 Jenazah Korban AirAsia Dikirim ke Surabaya Siang ini

12 Jenazah Korban AirAsia Dikirim ke Surabaya Siang ini

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 12:50 WIB

Temukan Bangkai AirAsia, Basarnas: Kami Keroyok Lokasi

Temukan Bangkai AirAsia, Basarnas: Kami Keroyok Lokasi

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 12:32 WIB

Delapan Jenazah Datang Lagi ke Pangkalan Bun

Delapan Jenazah Datang Lagi ke Pangkalan Bun

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 11:58 WIB

Tak Punya Pendingin, RSUD Imanuddin Bingung Tangani Jenazah

Tak Punya Pendingin, RSUD Imanuddin Bingung Tangani Jenazah

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 11:35 WIB

Terkini

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

×