Ada Mahluk Gaib yang Mempersulit Evakuasi Korban AirAsia

Doddy Rosadi, Bagus Santosa

Minggu, 04 Januari 2015 | 13:01 WIB
Ada Mahluk Gaib yang Mempersulit Evakuasi Korban AirAsia
Gusti Kadran, warga Kelurahan Baru, Pangkalan Bun. (Suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Hari kedelapan, evakuasi penumpang dan kru AirAsia QZ8501 Jurusan Surabaya-Singapura terus dilakukan di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Baru 30 jenasah yang berhasil diangkat dari laut untuk dikembalikan kepada keluarga. Padahal ada 162 orang baik kru dan penumpang dalam pesawat AirAsia berjenis Airbus 320-200 itu.

Evakuasi selalu terhambat, alasannya faktor cuaca yang tidak mendukung. Padahal seluruh armada dari seluruh satuan sudah diturunkan. Bahkan, bantuan dari negara sahabat pun sudah turut membantu. Di antaranya, Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Malaysia, dan Singapura.

Namun berbeda dengan pandangan warga mengenai sulitnya evakuasi. Kearifan lokal di sekitar lokasi menyebut ada makhluk gaib yang turut berperan sehingga membuat proses evakuasi ini sulit dilakukan. Warga mengatakan makhluk astral itu mendiami lautan dan biasa disebut dengan nama Ratu Junjung Buih.

"Kalau di daerah Jawa namanya Ratu Laut Kidul. Kalau di Pangkalan Bun namanya Ratu Junjung Buih," kata Gusti Kadran, warga Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Minggu (4/1/2014).

Kadran yang merupakan cucu Ratu Sukma Alamsyah, menyebut, makhluk ini masih satu lingkup dengan kesultanan yang ada di Pangkalan Bun. Dia pun sudah melakukan komunikasi dengan makhluk gaib itu. Harapannya, ada hal positif dari komunikasi ini dan seluruh korban AirAsia bisa ditemukan.

"Sudah ada komunikasi. Mudah-mudahan hari ini ada hal-hal yang positif. Kalau tidak ada yang positif lebih baik kita komunikasi langsung," kata dia.

Dia menambahkan, sampai saat ini tidak ada permintaan khusus dari makhluk gaib itu. Kandra menerangkan hubungannya dengan makhluk gaib ini pun cukup baik sehingga komunikasi bisa berjalan dengan baik.

"Sampai saat ini belum ada (permintaan). Semoga makhluk di sana mau toleransi dan mengikhlaskan walupun sebenaranya sulit. Karena kita beda alam," ujarnya.

Dia mengatakan, tim SAR yang melakukan evakuasi harus melakukan doa bersama. Sebab, evakuasi tidak bisa hanya dilakukan dengan kekuatan manusia.

"Jangan kekuatan dhohir saja, kita harus harga kekuatan gaib karena itu lebih dominan. Makhluk ini lebih kuat daripada kita," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Basarnas: 31 Korban AirAsia Ditemukan, 1 Masih di Kapal

Basarnas: 31 Korban AirAsia Ditemukan, 1 Masih di Kapal

News | Minggu, 04 Januari 2015 | 12:52 WIB

Terkini

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:50 WIB

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:39 WIB

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:07 WIB

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB