Diduga Banyak Pelanggaran, Sinar Harapan Diperiksa Kemenaker

Siswanto

Kamis, 08 Januari 2015 | 00:47 WIB
Diduga Banyak Pelanggaran, Sinar Harapan Diperiksa Kemenaker
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. (Antara/Yudhi Mahatma)

Suara.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Mohammad Hanif Dhakiri membenarkan bahwa pihaknya memerintahkan aparatnya untuk memeriksa harian sore Sinar Harapan (SH) yang diduga melakukan banyak pelanggaran ketenagakerjaan.

"Ya, tidak ada diskriminasi. Media massa pun tidak boleh sewenang-wenang pada wartawan dan pekerjanya. Saya sudah menerima banyak laporan. Salah satunya dari Serikat Pekerja Sinar Harapan,” tegas Hanif di depan wartawan, di sela-sela inspeksi mendadak di kawasan Pulogadung, Rabu (7/1/2015).

Disebutkan, petugas dari Kemenaker melakukan inspeksi mendadak ke kantor Sinar Harapan pada Rabu (7/1) siang. Mereka meminta bertemu dengan pihak direksi Sinar Harapan, untuk memeriksa berbagai pelanggaran ketenagakerjaan di perusahaan media itu.

Harian sore Sinar Harapan yang saham terbesarnya dimiliki konglomerat Sjamsul Nursalim, diketahui dipimpin oleh Daud Sinjal sebagai Direktur Utama. Saat ini, Sinar Harapan diduga mempekerjakan seorang tenaga kerja asing warga negara Malaysia, Chin Mei Fong, dengan visa wisata, sebagai salah satu direksi di harian tersebut.

"Perusahaan media massa juga akan kita bina, sama seperti perusahaan di sektor-sektor lainnya. Tergantung tingkat kesalahannya," ucap Hanif Dhakiri lagi.

Beberapa waktu lalu, dua orang redaktur koran itu dikabarkan dipecat dengan menggunakan peraturan perusahaan yang masa berlakunya habis sejak tahun 2007. Daud Sinjal melakukan pemecatan itu dengan menggunakan Pasal 158 Undang-Undang (UU) No.13/2003 yang telah dinyatakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Kedua redaktur, yakni Daniel Duka Tagukawi dan Web Warouw, diketahui adalah pimpinan Serikat Pekerja Sinar Harapan (SPSH) yang sedang memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan wartawan media itu. Pasalnya, media yang saham mayoritasnya dikuasai oleh PT Gadjah Tunggal, holding company milik Ichi Sjamsul Nursalim, istri pengusaha Sjamsul Nursalim, ini hanya membayar upah koresponden daerah sebesar Rp300.000 sampai Rp700.000 per bulan. Itu berarti sangat jauh di bawah standar Upah Minimum Propinsi (UMP), seperti yang diperintahkan oleh UU No.13/2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 88, Pasal 89 dan Pasal 90.

"Pengadilan Hubungan Industrial merupakan sarana yang sudah disiapkan untuk menangani kasus-kasus perselisihan, termasuk PHK. Saya berharap semua pihak memanfaatkan mekanisme ini, jika jalur bipartit dan mediasi gagal. Jangan ada PHK sepihak," tutur Hanif Dhakiri lagi.

Lebih jauh disebutkan, para wartawan, koresponden dan kontributor Sinar Harapan di daerah, juga tidak didaftarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan fasilitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) seperti yang diperintahkan oleh UU No.13/2003 Tentang Ketenagakerjaan, Pasal 99 dan Pasal 100. Wartawan kontributor Sinar Harapan di daerah yang sudah bekerja selama antara 4-8 tahun, juga dipekerjakan sebagai buruh harian lepas dan dibayar sebesar Rp50.000 per berita.

"Ini kan tidak manusiawi. Masak Sinar Harapan yang selalu kritis, memperlakukan wartawannya seperti itu. Teman-teman pekerja dan TKI cukup diuntungkan dengan keberadaan media massa yang memberitakan permasalahan mereka. Saya minta kepada perusahaan media agar juga memperhatikan hak dan kesejahteraan wartawan dan pekerjanya," tutup Hanif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal TKI Ilegal, Menaker: Kita Pulangkan 300, Bisa Masuk 300 Lagi

Soal TKI Ilegal, Menaker: Kita Pulangkan 300, Bisa Masuk 300 Lagi

News | Sabtu, 03 Januari 2015 | 21:33 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×