Didemo Tukang Ojek Penolak Larangan Motor, Begini Jawaban Ahok

Siswanto | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2015 | 18:22 WIB
Didemo Tukang Ojek Penolak Larangan Motor, Begini Jawaban Ahok
Tukang ojek demo zona larangan sepeda motor di Balai Kota Jakarta (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Siang tadi, Kamis (8/1/2015), sejumlah tukang ojek yang menamakan diri Front Transportasi Jakarta demonstrasi di depan kantor Balai Kota Jakarta untuk protes rencana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama memperluas zona larangan sepeda motor.

Menanggapi hal itu, Ahok santai saja. "Ojek sebelah mana? Ya lewat belakang. Makanya tergantung, kalo gitu bus-bus bisa teriak dong, gara-gara macet rugi berapa triliun ya kan?"

Mantan Bupati Belitung Timur itu menilai tak ada alasan bagi tukang ojek untuk menolak kebijakan tersebut. Kalau alasan mereka karena ekonomi, bukankah pemerintah Jakarta sudah memberikan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar.

"Pokoknya saya garansi kalau anakmu sakit saya kasih KJP, iya kan? Kalau dia sakit bayar lapor sama saya. Jadi anda butuh duit apa lagi sekarang? Jadi gak usah alasan macam-macam, kalau mau pengen ini, pengen ini mah ya nggak usah kerja," kata Ahok.

Dalam demonstrasi tadi, tukang ojek bernama Didi mengatakan kebijakan larangan motor merugikan tukang ojek dan menguntungkan orang kaya.

"Kita sebagai rakyat semakin merugi, yang diuntungkan para kapitalis pengelola parkir. Kalau seperti ini nanti gimana nasib kami," kata tukang ojek di sekitar halte Tosari, Jalan Sudirman.

Kata Didi, selama uji coba larangan di sepanjang Jalan Thamrin-Medan Merdeka Barat sejak 17 Desember 2014 saja sudah merugikan banyak tukang ojek, apalagi kalau sampai waktunya diperpanjang dan diperluas sampai Blok M.

"Kami bayar pajak, pajaknya itu dipakai untuk bayar gaji Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) dan pejabat-pejabat lainnya. Sekarang lahan untuk dapat uang agar kami bayar pajak dirampas," kata Jamhuri, tukang ojek di Stasiun Sudirman.

Bahkan, ada tukang ojek yang mengatakan akan menjadi pencopet kalau sampai tidak bisa mencari uang lewat penyedia jasa ojek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakailah Kendaraan Pribadi Hanya Saat Akhir Pekan atau Libur

Pakailah Kendaraan Pribadi Hanya Saat Akhir Pekan atau Libur

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 17:32 WIB

Polda Metro Dukung Ahok Perluas Zona Larangan Sepeda Motor

Polda Metro Dukung Ahok Perluas Zona Larangan Sepeda Motor

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 17:06 WIB

Zona Larangan Motor Diperluas, Tukang Ojek Ancam Jadi Copet

Zona Larangan Motor Diperluas, Tukang Ojek Ancam Jadi Copet

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 15:36 WIB

Zona Larangan Bagi Motor Diperluas, Tukang Ojek Demo Ahok

Zona Larangan Bagi Motor Diperluas, Tukang Ojek Demo Ahok

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 14:58 WIB

Dituding Kongkalikong dengan Produsen Mobil, Ahok: Ngaco Aja

Dituding Kongkalikong dengan Produsen Mobil, Ahok: Ngaco Aja

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 13:24 WIB

Terkini

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 15 April 2026 | 00:14 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

News | Selasa, 14 April 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB