Awas Bencana Alam, Daerah Harus Waspadai Puncak Musim Hujan

Siswanto

Jum'at, 23 Januari 2015 | 07:21 WIB
Awas Bencana Alam, Daerah Harus Waspadai Puncak Musim Hujan
Evakuasi korban longsor di Banjarnegara, Jateng. [Idhad Zakariya]

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Farouk Muhammad mengingatkan pemerintah daerah agar waspada terhadap puncak musim hujan tahun ini, misalnya mengantisipasi dan mempersiapkan upaya pencegahan bencana alam.

Terkait dengan langkah mitigasi bencana, kata Farouk, DPD telah mengirimkan imbauan kepada seluruh pemerintah provinsi agar menginventarisir daerah-daerah yang rawan bencana alam beserta statusnya.

“Data yang kami dapatkan, ternyata lebih setengah jumlah provinsi di Indonesia memiliki potensi banjir dan longsor. Oleh karenanya, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada,” kata Farouk dalam pernyataan tertulis yang dikirim kepada suara.com, Jumat (23/1/2015).

BMKG memprediksikan puncak musim hujan berlangsung Januari dan Februari 2015. Sepanjang Desember tahun 2014 tercatat 96 persen 342 zona memasuki musim hujan. Berdasarkan monitoring terhadap suhu permukaan laut di perairan Indonesia, hingga bulan Maret 2015 kondisi suhu permukaan laut berada pada kisaran normal sampai hangat. Dengan demikian, terdapat cukup banyak pasokan uap air yang membawa peluang curah hujan.

“Selama musim penghujan, secara umum bencana alam yang sering terjadi adalah banjir dan longsor. Kedua bencana alam itu seringkali terjadi karena tidak optimalnya fungsi infrastruktur dan masih minimnya antisipasi terhadap struktur tanah yang labil,” kata Farouk.

Sebagai informasi, DPD bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyusun konsep dan melakukan kajian kebencanaan yang terjadi di beberapa daerah bersama pemangku kepentingan, seperti otoritas resmi, akademisi, masyarakat, dan pemerhati lingkungan.

Konsep dan kajian tersebut diharapkan melahirkan kebijakan kebencanaan yang integratif dan implementatif. Proses ini diperlukan mengingat secara empirik daerah–daerah di sebagian besar wilayah Indonesia potensial terkena bencana alam.

“Keseriusan menangani bencana alam akan menentukan kemampuan kita beradaptasi terhadap pancaroba maupun situasi alam ekstrim,” kata guru besar PTIK dan UI.

Senator asal Nusa Tenggara Barat ini menambahkan selain mengantisipasi bencana alam, masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan berbagai penyakit di puncak musim hujan seperti saat ini.

“Sejumlah penyakit muncul saat pancaroba dan musim hujan, baik kategori penyakit menular langsung maupun yang menular melalui vektor. Untuk itu, terus ditanamkan perilaku hidup sehat masyarakat dan dibangun mekanisme respon efektif pemerintah daerah,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kiat Praktis Tangkal Flu di Musim Hujan

Kiat Praktis Tangkal Flu di Musim Hujan

Health | Selasa, 06 Januari 2015 | 15:00 WIB

Kemensos Kirim Bantuan ke Daerah Bencana

Kemensos Kirim Bantuan ke Daerah Bencana

News | Sabtu, 27 Desember 2014 | 04:12 WIB

Menhan: Penanganan Bencana Skala Prioritas TNI

Menhan: Penanganan Bencana Skala Prioritas TNI

News | Jum'at, 26 Desember 2014 | 13:44 WIB

BNPB Berencana Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

BNPB Berencana Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

News | Sabtu, 20 Desember 2014 | 18:03 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×