Obama Kecam Pemenggalan WN Jepang oleh ISIS

Madinah

Minggu, 01 Februari 2015 | 16:32 WIB
Obama Kecam Pemenggalan WN Jepang oleh ISIS
Presiden AS Barack Obama dalam konferensi pers di Washington DC, AS, (17/1). (Reuters/Larry Downing)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan mengecam pembunuhan keji terhadap warga negara Jepang menyusul video pemenggalan kepala terhadap tawanan Jepang Kenji Goto yang dirilis Daulah Islam (ISIS).

"Amerika Serikat mengecam pembunuhan keji terhadap warga Jepang dan jurnalis Kenji Goto oleh kelompok teroris ISIL," kata Obama yang saat itu menggunakan nama lain dari ISIS yang juga dikenal dengan nama Daulah Islam.

"Melalui reportasenya, Tuan Goto dengan berani mencoba untuk menggambarkan apa yang dialami oleh masyarakat Suriah kepada dunia," kata Obama.

Klaim pembunuhan terhadap Goto muncul dalam video yang diunggah ke jaringan internet. Video tersebut tidak menyebutkan nasib pilot asal Yordania yang juga terancam dipengggal.

Jurnalis Jepang Kenji Goto nampak berlutut di depan seorang bercadar yang berbicara dengan logat Inggris. Orang bercadar menyalahkan pemerintah Jepang atas matinya Goto.

Goto adalah warga Jepang kedua yang dibunuh ISIS setelah Haruna Yakawa, seorang kontraktor pekan lalu. Sebelumnya, ISIS meminta uang tebusan kepada pemerintah di Tokyo sebesar 200 juta dolar AS.

"Kami turut bersimpati terhadap keluarga Goto dan kami pada hari ini berdiri bersama Perdana Menteri Abe dan warga Jepang dalam mengecam aksi barbar ini," kata Obama.

"Kami menghargai komitmen Jepang dalam mengupayakan perdamaian dan kesejahteraan di Timur Tengah dan dunia, termasuk di antaranya bantuan untuk warga yang terdampak konflik di kawasan itu," tutur Obama.

Eksekusi terhadap Goto dilakukan setelah pihak Jepang mengatakan bahwa negosiasi pembebasan Goto melalui pertukaran tawanan gagal.

Selain Goto, ISIS juga mengancam akan membunuh pilot asal Yordania Maaz al-Kassasbeh pada Kamis jika pemerintah di Amman tidak menyerahkan anggotanya yang ditawan.

Sementara itu Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel mengatakan, eksekusi terhadap dua warga Jepang mengingatkan dunia akan ancaman dari ISIS sekaligus memperkuat komitmen koalisi global dalam upaya menghancurkan kelompok tersebut.

"Amerika Serikat dan kekuatan militernya akan terus mendukung sekutu Jepang, dan kami bersimpati terhadap keluarga Tuan Goto dan semua warga Jepang," kata Hagel.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry juga menyampaikan pernyataan serupa. Kerry mengecam apa yang dia sebut sebagai "pembunuhan barbar" atas Goto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Dilakukan Kenji Goto Sebelum Disandera ISIS

Ini yang Dilakukan Kenji Goto Sebelum Disandera ISIS

News | Minggu, 01 Februari 2015 | 11:58 WIB

Terkini

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

×