18 Fakta dan Temuan Seputar Jatuhnya AirAsia

Suwarjono

Senin, 02 Februari 2015 | 06:50 WIB
18 Fakta dan Temuan Seputar Jatuhnya AirAsia
Badan QZ8501 Ditemukan

Kini publik menunggu dalam kesabaran untuk memperoleh kesimpulan akhir dari seluruh proses penyelidikan yang sedang dilakukan KNKT. Publik yakin dengan kemampuan para ahli dan peralatan yang dimiliki KNKT dalam mengungkap seluruh fakta yang terjadi. 

Sebagai fakta awal, harus diakui belumlah memenuhi rasa dahaga publik mengenai peristiwa itu. Publik maunya cepat, tapi KNKT--di samping--harus cepat juga cermat dan berhati-hati supaya benar-benar tepat dalam mendifinisikan dan menganalisis isi kotak hitam (black box).

Salah satu kecermatan dan kehati-hatian KNKT terlihat dalam penyusunan pointer dalam konferensi pers itu yang lebih berupa kronologi, bukan sebuah analisis terhadap satu fakta. KNKT tak ingin terjebak dan terbawa arus kepada asumsi, prediksi dan analisis di media massa mengenai kecelakaan itu.

Karena semua asumsi, prediksi dan analisis yang berkembang lebih berdasarkan pada teori dan peristiwa yang pernah terjadi. Sedangkan analisis yang paling mendekati (the most probability) kebenaran hanya ada pada isi kotak hitam.

Yang jelas, fakta-fakta itu cukup menjawab sejumlah pertanyaan mengenai beberapa hal terkait pesawat tersebut. Pertanyaan sebagian orang mengenai kelayakan terbang dan lisensi awak pesawat itu terjawab pada poin pertama dan kedua. 

Satu asumsi, prediksi dan analisis para pilot, pengamat dan ahli penerbangan yang sama dengan fakta dalam penerbangan AirAsia itu adalah mengenai adanya awan cumulonimbus (poin ke-8). 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 29 Desember 2014 juga menyatakan pertumbuhan awan cumulonimbus (cb) sangat aktif karena memasuki puncak musim hujan. "Misalnya jalur penerbangan Surabaya-Singapura, pertumbuhan awan memang saat ini sedang aktif," kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya di Jakarta, Senin (29/12).

Namun BMKG menegaskan, belum tentu penyebab hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 yang terbang dari Surabaya menuju Singapura pada Minggu (28/12) adalah awan cb. "Kita tidak menyatakan penyebab hilangnya kontak itu adalah awan cb tapi memang awan cb harus dihindari," kata Andi waktu itu.

KNKT juga tidak (setidaknya belum) merilis fakta apa yang sebenarnya terjadi ketika pesawat berhadapan dengan awan cb itu. Begitu juga fakta mengenai bagaimana pilot dan kopilot mengendalikan pesawat ketika pesawat menjelajah di area yang ada cb. Bagaimana pula turbulensi yang terjadi waktu itu?

Pertanyaan-pertanyaan seperti mungkin saja bakal dijawab dalam kesimpulan akhir nanti. Namun apakah jawaban itu akan dipublikasikan atau tidak, KNKT yang memiliki kewenangan untuk merilis mana yang layak untuk publik dan mana tidak. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiba di Surabaya, 2 Korban AirAsia Langsung Diidentifikasi

Tiba di Surabaya, 2 Korban AirAsia Langsung Diidentifikasi

News | Sabtu, 31 Januari 2015 | 15:38 WIB

PBB Akan Wajibkan Semua Pesawat Sipil Kirim Sinyal Tiap 15 Menit

PBB Akan Wajibkan Semua Pesawat Sipil Kirim Sinyal Tiap 15 Menit

News | Sabtu, 31 Januari 2015 | 15:26 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×