Labora Sitorus Diyakini Masih Berada di Sorong

Laban Laisila | Suara.com

Rabu, 04 Februari 2015 | 15:44 WIB
Labora Sitorus Diyakini Masih Berada di Sorong
Aiptu Labora Sitorus, anggota kepolisian terpidana pencucian uang dan penimbun BBM (Antara/Chanry Andrew).

Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Yotje Mende meyakini kalau Labora Sitorus, terpidana kasus pencucian uang, penimbunan BBM dan ilegal logging masih berada di Sorong, Papua Barat.

Menurut jenderal polisi bintang dua ini, anggota polisi berpangkat Aiptu itu tinggal di tempat kerjanya dan bukan di kediaman pribadinya.

"Yang bersangkutan (LS) berada di Sorong, bukan di rumahnya, tetapi dilahan kerjanya," kata Yotce di Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2015).

Yotje Mende mengakui memperoleh informasi keberadaan Labora Sitorus dari bawahannya.

"Ini yang terakhir kita monitor, baru tadi pagi saya terima," bebernya.

Terkait keberadaan polisi kaya raya karena memiliki rekening gendut Rp1,5 triliun itu, Yotje Mende menegaskan bahwa telah dilakukan koordinasi dengan Kapolres Sorong Kota, Papua Barat .

"Barusan saja saya telepon Kapolres Sorong Kota, Papua Barat bahwa kasus ini memang awalnya proses dari kita (Polda Papua). Sehingga apa yang diminta oleh Kejati dan Polda Papua Barat harus segera ditindak lanjuti," katanya.

Ditambahkan, Polda Papua telah mengutus dua perwira menengahnya untuk mencari dan menangkap Labora Sitorus.

"Saya sudah menugaskan dua anggota untuk memback up Polda Papua Barat. Karena status kita hanya untuk back up saja," ujarnya seraya menambahkan.

Meski ada kebijakan Polda Papua dalam menangkap Labora Sitorus, namun secara teknis penangkapan tersebut merupakan wilayah tugas Polda Papua Barat.

"Ya, kan sudah ada Kapolda Papua Barat.  Karena Polda Papua Barat sudah berdiri sendiri. Saya hanya sebatas back up dan menyarankan saja, karena memang pada waktu LS kabur dari Lapas kami telah berupaya untuk mencari tetapi kita tidak tahu persis posisinya dimana," pungkasnya. (Lidya Salmah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Istri Selingkuh, Oknum Polisi Tembak PNS

Istri Selingkuh, Oknum Polisi Tembak PNS

News | Rabu, 04 Februari 2015 | 13:07 WIB

Terkini

JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama

JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:40 WIB

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:08 WIB

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:07 WIB

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:38 WIB

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:24 WIB

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

News | Sabtu, 18 April 2026 | 16:56 WIB