DPR: Tahun 2020, Mobil Tidak Bisa Keluar dari Garasi

Doddy Rosadi, Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 07 Februari 2015 | 16:59 WIB
DPR: Tahun 2020, Mobil Tidak Bisa Keluar dari Garasi
Suasana kemacetan arus lalu lintas kendaraan di Jakarta. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Taufik Kurniawan mengaku kaget setelah Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet di dunia berdasarkan rilis dari Castrol’s Magnatec Stop-Start index, menggeser posisi kota Meksiko yang selalu menjadi kota termacet.

"Kita kan terkejut juga Jakarta disebut kota termacet, sedih juga Jakarta menjadi kota termacet di dunia," ujar Taufik usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2015).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengharapkan satu-satunya cara mengurangkan kemacetan Ibu Kota harus memiliki trasnportasi massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT).

"Sehingga harapannya masalah MRT itu sangat utama, jangan sampai semua ekonomi terpusat di Jakarta (lumpuh)," kata dia.

Ia bahkan membayangkan tahun 2020 nantinya orang sudah kesulitan untuk keluar rumah lantaran macatnya sudah semakin parah. Taufik menyarankan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk bisa mengatasi masalah kemacetan.

"Nanti (prediksi saya) tahun 2020 orang keluar dari garasi sudah tidak bisa bergerak. Ini tolong dicermati betul, kami harapkan Pemprov DKI bisa menjadi prioritas bisa membuat bangunan infrastruktur yg baru," tutup Taufik.

Berdasarkan indeks tersebut, rata-rata terdapat 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta.

Indeks ini mengacu dari data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan yang dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut kemudian dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahun di 78 negara.

Castrol’s Magnatec Stop-Start index juga mencatat, Surabaya, Ibu Kota provinsi Jawa Timur berada di peringkat keempat sebagai kota termacet di dunia. Rata-rata, terjadi 29.880 kemacetan setiap tahun di Surabaya.

Istanbul, Turki menjadi kota kedua yang paling macet di dunia. Sedikitnya terjadi 32.520 kemacetan per tahun. Mexico City, Meksiko, berada di urutan ketiga dengan 30.840 kemacetan setiap tahun.

Sedangkan untuk kota yang paling lancar di dunia, diraih di kota Tampere, Finlandia. Rata-rata hanya terjadi 6.240 berhenti-jalan. Rotterdam, Belanda, di mana mayoritas penduduknya bersepeda, berada di peringkat kedua setelah Tampere dengan 6.360 kemacetan per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jakarta Jadi Kota Termacet di Dunia, Ini Tanggapan Polda Metro

Jakarta Jadi Kota Termacet di Dunia, Ini Tanggapan Polda Metro

News | Kamis, 05 Februari 2015 | 16:38 WIB

Ahok: Kemacetan di Jakarta Mengerikan

Ahok: Kemacetan di Jakarta Mengerikan

News | Kamis, 05 Februari 2015 | 13:23 WIB

Riset: Jakarta Kota Paling Macet Sedunia

Riset: Jakarta Kota Paling Macet Sedunia

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2015 | 15:11 WIB

Terkini

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

×