- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk mencatat kenaikan penjualan sebesar Rp309,04 miliar dan laba bersih Rp106,46 miliar pada kuartal III 2026.
- Pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh peningkatan permintaan sarung tangan global yang memicu kebutuhan penggantian dan penambahan hand former.
- Perseroan memperkuat posisi keuangan melalui dominasi ekspor berdenominasi dolar AS yang menghasilkan lindung nilai alami terhadap biaya produksi rupiah.
Suara.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), produsen mencatatkan pertumbuhan penjualan di kuartal III tembus Rp309,04 miliar. Angka ini naik 44,5 persen YoY.
Adapun, laba bersih tumbuh 46,1 persen YoY menjadi Rp106,46 miliar. Kinerja ini jauh melampaui laju pemulihan industri sarung tangan global.
Hingga 2026, MARK membukukan penjualan sebesar Rp881,23 miliar, naik 48,2 persen dari Rp594,68 miliar pada periode yang sama tahun 2025, dengan laba bersih Rp290,38 miliar, tumbuh 42,2 persen YoY dari Rp204,15 miliar.
"Profitabilitas Perseroan juga menguat pada kuartal III 2026," tulis keterangan MARK, Jumat (30/10/2026).
Margin laba kotor mencapai 51,3 persen naik dari 43,8 persen pada kuartal II dan lebih tinggi dari 49,8 persen pada kuartal III 2025.
Perbaikan ini tecermin pada margin laba usaha sebesar 43,9 persen dan margin laba bersih sebesar 34,5 persen keduanya lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya maupun kuartal III 2025. Laba per saham kuartal III mencapai Rp28,02, naik 46,1 persen dari Rp19,18.
![Ilustrasi sarung tangan plastik. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/19/89907-ilustrasi-sarung-tangan-plastik.jpg)
Selain itu, pertumbuhan MARK terjadi saat industri sarung tangan global memasuki fase pemulihan, sebagaimana tergambar dalam International Rubber Glove Conference & Exhibition (IRGCE) 2026 di Kuala Lumpur pada September lalu.
Setelah terkoreksi pada 2025, ekspor sarung tangan karet Malaysia kembali tumbuh pada Januari–Juli 2026. Permintaan sarung tangan global diperkirakan terus meningkat, dari sekitar 300 miliar unit pada 2023 menjadi 405 miliar unit pada 2026 dan 444 miliar unit pada 2028.
Kenaikan permintaan sarung tangan turut mendorong kebutuhan hand former. Setiap tambahan kapasitas produksi sarung tangan membutuhkan hand former baru, sementara cetakan yang digunakan memiliki masa pakai terbatas dan rentan pecah, sehingga perlu diganti secara berkala.
Dengan kapasitas produksi 1,6 juta unit per bulan, tertinggi di antara para pesaingnya, MARK berada pada posisi yang tepat untuk menangkap peningkatan permintaan tersebut, baik dari ekspansi kapasitas maupun penggantian rutin oleh produsen sarung tangan.
IRGCE 2026 juga menegaskan bahwa persaingan industri bergeser dari harga menuju kinerja yang terverifikasi dan ketertelusuran. Produsen sarung tangan kini menilai pemasok hand former berdasarkan konsumsi energi, stabilitas produksi, tingkat reject, masa pakai, ketertelusuran, serta kelengkapan dokumentasi.
MARK merupakan pemasok tunggal hand former bagi sejumlah produsen sarung tangan besar di Malaysia, telah mengantongi sertifikasi Worldwide Responsible Accredited Production (WRAP), dan mengembangkan lightweight former untuk meningkatkan efisiensi produksi pelanggan.
Sebagian besar pendapatan Perseroan berasal dari ekspor yang dibayar dalam dolar AS. Hingga September 2026, penjualan ekspor mencapai Rp729,57 miliar, naik 63,0 persen YoY, atau 82,8 persen dari total penjualan. Selain itu, sekitar 80 persen piutang usaha per 30 September 2026 berdenominasi dolar AS.
Di sisi lain, porsi signifikan beban produksi dibayarkan dalam rupiah, termasuk upah karyawan serta listrik, air, dan gas. Kombinasi ini membentuk lindung nilai alami (natural hedge).
Hingga 2026, penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp857,03 miliar, naik 45,1 persen dari Rp590,73 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatat laba selisih kurs neto sebesar Rp19,60 miliar, dibandingkan Rp3,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.