Kelainan Fungsi Hati, Bayi Ryuji Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

Siswanto, Erick Tanjung

Minggu, 08 Februari 2015 | 13:24 WIB
Kelainan Fungsi Hati, Bayi Ryuji Butuh Bantuan Biaya Pengobatan
Ilustrasi kelahiran seorang bayi. [Shutterstock/Gosphotodesign]
Wartawan yang tergabung di Poros Wartawan Jakarta menyelenggarakan aksi penggalangan dana dengan tema #Receh for Ryuji di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2015)‎. Dana yang terkumpul nanti akan disumbangkan untuk membantu pengobatan bayi bernama Ryuji Marhaenis Kaizan yang sekarang mengalami kelainan fungsi hati atau Atresia Bilier.

Saat ini, bayi berusia lima bulan itu masih dirawat di RSCM.

‎Ayah Ryuzi, Feri Yunizar Arifin (31), mengatakan ia harus menyiapkan dana sebesar sekitar Rp1,2 miliar untuk biaya operasi.

Feri yang berprofesi sebagai jurnalis ini mengaku sebetulnya ia peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Tapi, kata dia, BPJS tak menanggung semua biaya operasi anaknya.
‎
"Tapi, ternyata BPJS tidak menanggung semua biaya pengobatan. Mereka hanya menjanjikan membayar maksimal Rp250 juta," kata Feri saat ditemui di Bundaran HI.

Berbagai cara pun ia lakukan untuk mencari solusi. Bahkan, ia pernah menyampaikan masalahnya kepada anggota DPR, seperti Fahri Hamzah (PKS) dan Rieke Dyah Pitaloka (PDI Perjuangan)‎.

Atas permasalahan Feri, komunitas jurnalis pun membuat posko #SaveRyuji di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan LBH Jakarta di Jalan Diponegoro 74, Menteng, Jakarta Pusat.

Ryuji adalah putra pasangan Feri Yunizar Arifin dan Lutfianti (29). Mereka tinggal di Pondok Raji, Ciputat, Tangerang Selatan. Ryuji dilahirkan pada 31 Agustus 2014 ‎melewati operasi caesar karena mengalami Preklamsia dengan berat 2,75 kilogram dan panjang 46 sentimeter.

Beberapa minggu kemudian, suhu badan bayi itu naik tinggi sehingga waktu itu dilarikan ke RS Sari Asih, Ciputat, lalu dirujuk ke RS Fatmawati. Dari hasil tes laboratorium di RS Fatmawati, Ryuji diketahui terkena Colestesia. Hasil tes di RSUD Pasar Rebo juga mendiagnosa keadaan yang sama.

Akhirnya, bocah itu dirujuk ke RSCM. Setelah menjalani serangkaian tes laboratorium, Ryuji diketahui menderita kelainan fungsi hati. Dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi pencangkokan hati.

‎Ketua PWJ, B Ali Priambodo, mengatakan PWJ berharap kepada Kementerian Kesehatan mau turun tangan membantu kasus Ryuji.

"Kami meminta Menkes mengambil alih kasus bayi Ryuji, karena BPJS hanya bisa bayar Rp250 juta. Bukan hanya bayi Ryuji, tetapi ada 18 lagi yang kasusnya sama, jadi apa yang kami lakukan sekarang sebagai bentuk keprihatinan. Kami berharap bayi ini menjadi tombak agar yang lain juga mendapat hak kesehatan yang sama," kata dia.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×