Muncul Lagi Video Pengeroyokan Siswi SD, Netizen Kembali Geram

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 11 Februari 2015 | 17:50 WIB
Muncul Lagi Video Pengeroyokan Siswi SD, Netizen Kembali Geram
Potongan gambar video pengeroyokan siswi SD oleh teman-teman sekolahnya. [YouTube]

Suara.com - Setelah beberapa waktu lalu sempat heboh video kekerasan siswa SD di Bukit Tinggi, Sumatera Barat (Sumbar), belakangan kembali muncul sebuah video berisikan tindak kekerasan oleh para pelajar SD terhadap seorang rekan putrinya. Tapi kali ini bukan berasal dari wilayah Sumbar, meski memancing kegeraman dan ungkapan prihatin yang sama dari warga, khususnya di media sosial internet.

Video beradegan brutal berikut respons khalayak terhadapnya tersebut, antara lain bisa disimak di laman YouTube. Dalam video bertajuk "Miris Kekerasan Anak SD Jaman Sekarang" yang tampaknya diunggah oleh akun 12345678910P pada 8 Februari 2015, itu tampak seorang siswi yang harus tersiksa dan menangis dikeroyok beberapa rekannya, mulai dari ditindih, dicekik di bagian leher, hingga dijambak dan dipukul.

Parahnya lagi, dalam salah satu tayangan bahkan tampak ada tindak pelecehan seksual bak adegan porno oleh salah seorang teman lelakinya. Kontan, respons penuh kecaman dan kegeraman pun disampaikan oleh banyak orang (netizen) yang menyaksikan tayangan ini.

"Ya Alloh demi Alloh andai itu ankku aku gak akan rela lahir batinku ankku disakiti kyk gtu tanpa seorangpun yg lapor ke kantor ato menolongnya..," tulis penilik akun bernama  Ambar Wati, Rabu (11/2/2015).

"Gurunya pada kemana??? Siswa siswi ga terkontrol," tulis pemilik akun Apri Yanti pula.

Sejumlah respons lainnya pun bernada kurang lebih sama, di mana sebagian ada yang lantas langsung mengarahkan kesalahan kepada para orang tua, guru sekolah itu, hingga sampai menyalahkan tayangan sinetron Indonesia.

"Ini orangtua para penganiaya ga ngajarin sopan santun, tata krama, sama etika kali di rumah jd kelakuan anak2nya jadi kaya hewan begini," tulis pemilik akun Sandi Wahyudi.

"Ini pasti gara-gara kebanyakan nonton sinetron... di senetron bnyak adegan kayak gini, bullying teman lah, jahatin teman lah, berantem lah.... intinya ini dimulai dari tayangan yg tidak mendidik yang disiarkan oleh tv di indonesia..," tulis akun Gembul Uning pula.

"Guru yang mengabaikan muid-muridnya tidak layak terima gaji," komentar pemilik akun Yohanes Kasiran.

Dalam keterangan video itu sendiri, hanya ada sedikit info yang disampaikan. Namun di dalamnya termasuk beberapa keterangan hashtag (tanda pagar) yang disebut menyertai video itu, serta sumbernya yang disebut bernama Dwi Cahyo Dahono.

"Salah 1 pemandangan menyedihkan generasi (SANGAT) muda berseragam putih merah. Waktu mendapat salinannya bertag #SD #Kelayan #Banjarmasin," tulis keterangan itu.

Berdasar penelusuran, akun Facebook Dwi Cahyo Dahono sendiri ternyata memang sudah mem-posting video yang sama, dengan keterangan yang juga sama, pada 7 Februari 2015 lalu. Dari postingan inilah sejumlah besar netizen kemudian men-share, selain juga turut berkomentar miris mengenainya. Namun seperti yang kemudian diinformasikan lagi oleh Dwi dalam postingannya, rekaman video ini ternyata terkait peristiwa pada 2013 lalu di salah sebuah SD di Banjarmasin.

Jika menyimak link ke salah satu situs jaringan media nasional yang disampaikan Dwi di akunnya itu, dengan tajuk berita "Bullying di SDN Kelayan Dalam 7: Disdik Kota Banjarmasin Langsung Gelar Rapat" pada Sabtu, 16 Februari 2013 pukul 14:29 WITA, tampaknya kasus ini sudah ditangani pihak berwenang setempat. Dari sumber berita lain lantas diketahui bahwa beberapa di antara "solusi" penanganan kasus ini saat itu adalah dipindahkannya guru wali kelas yang bersangkutan, sementara anak-anak yang terlibat pengeroyokan disebutkan berada dalam pengawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Di-Bully", Bocah Pemandu Sorak Bunuh Diri

"Di-Bully", Bocah Pemandu Sorak Bunuh Diri

News | Minggu, 07 Desember 2014 | 15:41 WIB

Video "Bullying" Siswa Sekolah Gegerkan Malaysia

Video "Bullying" Siswa Sekolah Gegerkan Malaysia

News | Rabu, 05 November 2014 | 00:50 WIB

Anak Korban "Bullying" Berisiko Bunuh Diri

Anak Korban "Bullying" Berisiko Bunuh Diri

Health | Kamis, 11 September 2014 | 17:03 WIB

Anak Korban "Bullying" Rentan Depresi

Anak Korban "Bullying" Rentan Depresi

Health | Selasa, 18 Februari 2014 | 15:29 WIB

Terkini

3 Poin Utama Perjanjian Militer AS-Indonesia, Disepakati Menhan Sjafrie dan Hegseth

3 Poin Utama Perjanjian Militer AS-Indonesia, Disepakati Menhan Sjafrie dan Hegseth

News | Selasa, 14 April 2026 | 06:42 WIB

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB