Ini Kronologis Penganiayaan di Az Zikra Versi Majelis Zikir

Laban Laisila

Jum'at, 13 Februari 2015 | 01:13 WIB
Ini Kronologis Penganiayaan di Az Zikra Versi Majelis Zikir
Kampung Majelis Az Zikra di Sentul Bogor, Jawa Barat. (dokumentasi Az Zikra)

Suara.com - Ketua Divisi Dakwah dan Pendidikan Majelis Zikir Az Zikra, Syaifudin Ahmad Syuhada menjelaskan, kronologis penganiayaan seorang anggota majelis yang juga warga perkampungan Bukit Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Peristiwa terjadi Rabu (11/2/2012) malam sekitar pukul 22.45 WIB, kejadian berlangsung sangat cepat sekitar 15 menit," katanya saat ditemui di Masjid Az Zikra, Sentul, Kamis (12/2/2015).

Dia menceritakan, peristiwa penganiayaan berawal saat empat orang datang dengan dua sepeda motor yang hendak masuk ke komplek Masjid Az Zikra.

Lelaki tidak dikenal ini mempertanyakan siapa orang yang telah memasang spanduk di gerbang masuk Masjid Moamar Khadafi tersebut dan juga di jalan menuju masjid.

Spanduk yang menjadi pemicu aksi penganiayaan terhadap anggota majelis Az Zikra tersebut berbunyi "Kami warga warga pemukiman Bukit Az Zikra menolak alirah Syiah".

"Saat itu ada petugas keamanan masjid tidak bisa menjawab lalu menyerahkan kepada Satpam perumahan bernama Pak Adi," katanya.

Pada saat itu, empat orang itu pergi meninggalkan komplek masjid. Namun tidak lama kemudian datang lagi dengan empat motor, diterima oleh Satpam Perumahan Bukit Az Zikra bernama Adi.

Kepada kelompok massa tersebut petugas Adi mengatakan, mengetahui siapa yang telah memasang spanduk tersebut, yakni ketua RW perumahan Bukin Az Zikra.

"Saat itu massa mendesak Pak Adi untuk menemukan mereka dengan ketua RW. Tetapi karena kondisi sudah malam, Adi mencoba memberikan pengertian kepada sekelompok massa tersebut," katanya.

Karena merasa terdesak akhirnya Adi mematuhi permintaan kelompok massa yang sudah bertambah sekitar 40 orang menggunakan sepeda motor.

Lalu oleh Adi, massa dibawa ke komplek perumahan Bukit Az Zikra menuju rumah ketua RW. Secara kebetulan Faisal Karim, Ketua Divisi Keamanan Masjid Az Zikra dan Penegak Disiplin Syariah, sedang memanaskan mobil di luar rumah berencana ingin menjemput istrinya yang datang dari luar kota.

"Karena melihat kondisi ramai-ramai Faisal Karim mempertanyakan maksud kedatangan kelompok massa ini. Begitu dikenalkan, mereka langsung keras dan menanyakan siapa yang pasang spanduk tersebut dan meminta orang tersebut untuk mencabutnya," kata Syaifuddin.

Saat itu terjadi perdebatan antara Faisal Karim dan kelompok massa tersebut sambil mencoba memediasi agar tidak melakukan hal tersebut malam itu karena semua penghuni rumah sudah beristirahat.

Terjadi aksi dorong yang dilakukan kelompok massa kepada Faisal Karim. Ketika itu perdebatan terjadi di depan rumah Faisal, yang disaksikan oleh dua anaknya serta mahasiswa yang indekos di lantai atas rumahnya.

Saat kejadian, salah satu anggota kelompok massa menjatuhkan diri, lalu berteriak bahwa dirinya telah dipukul. Semua mengira telah terjadi penyerangan terhadap anggota kelompoknya dan langsung menyerang Faisal Karim yang seorang diri di hadapan sekitar 40 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hidayat: Az Zikra Terkenal Santun, Kenapa Masih Diserang

Hidayat: Az Zikra Terkenal Santun, Kenapa Masih Diserang

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 16:25 WIB

Sebelum Kasus Az Zikra Merembet, Polisi Diminta Cepat Bertindak

Sebelum Kasus Az Zikra Merembet, Polisi Diminta Cepat Bertindak

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 14:38 WIB

Maarif Institute: Penyerangan Majelis Az Zikra Janggal

Maarif Institute: Penyerangan Majelis Az Zikra Janggal

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 14:25 WIB

Terkini

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:26 WIB

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:25 WIB

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:19 WIB

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:14 WIB

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:13 WIB

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:08 WIB

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:05 WIB

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

×