Hidayat: Az Zikra Terkenal Santun, Kenapa Masih Diserang

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Kamis, 12 Februari 2015 | 16:25 WIB
Hidayat: Az Zikra Terkenal Santun, Kenapa Masih Diserang
Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat Nur Wahid [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid meminta aparat penegak hukum untuk menindak orang-orang yang menyerang perkampungan Majelis Az Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tindakan tegas harus diberikan untuk membuat jera sehingga kasus semacam itu tak terulang lagi.

"Kalau ini dibiarkan seperti memberi sinyal dan lampu hijau kepada yang lainnya untuk melakukan tindakan sejenis," kata Hidayat di DPR, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Hidayat sangat menyayangkan majelis terkenal moderat dan santun di bawah asuhan Ustadz Arifin Ilham itu masih diserang.

Selain menindak pelaku, aparat penegak hukum juga diminta mengungkap motif kasus tersebut.

"Bayangkan, Majelis Az Zikra yang dikenal sangat santun, kemudian ada pihak yang leluasa melakukan tindakan kekerasan, dan bisa dibayangkan, kalau itu dibiarkan, nanti bagaimana dengan yang lain. Itu yang tidak boleh terjadi di negara hukum yang bernama Indonesia," katanya.

"Atas nama apapun tidak diperbolehkan (penyerangan ini), jangan karena faktor katakanlah agama, seolah-olah dibolehkan melakukan kekerasan. Semuanya ya harus dilindungi, selama itu adalah dibenarkan UU. Kalau yang minoritas tidak dilindungi, apalagi kaya Az Zikra yang tidak pernah melakukan apapun, makanya harus dilindungi," Hidayat menambahkan.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboebakar Al Habsy mengatakan penyerangan terhadap kampung Majelis Az Zikra harus menjadi warning untuk aparat penegak hukum. Insiden ini, katanya, kalau tak ditangani dengan baik bisa berpotensi memunculkan konflik baru antara Sunni dan Syiah di Indonesia.

"Potensi konflik yang seperti ini harus diantisipasi dengan baik oleh aparat. Jangan sampai konflik serupa timbul di daerah yang lain," kata Aboebakar.

Ustadz Arifin Ilham mengatakan kelompok penyerang tersebut marah lantaran majelis Az Zikra menolak paham Syiah. Mereka juga meminta spanduk penolakan atas paham Syiah segera diturunkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebelum Kasus Az Zikra Merembet, Polisi Diminta Cepat Bertindak

Sebelum Kasus Az Zikra Merembet, Polisi Diminta Cepat Bertindak

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 14:38 WIB

IJABI Imbau Syiah Tak Terprovokasi

IJABI Imbau Syiah Tak Terprovokasi

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 14:29 WIB

Maarif Institute: Penyerangan Majelis Az Zikra Janggal

Maarif Institute: Penyerangan Majelis Az Zikra Janggal

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 14:25 WIB

PKS Kecam Penyerangan Majelis Az Zikra Asuhan Arifin Ilham

PKS Kecam Penyerangan Majelis Az Zikra Asuhan Arifin Ilham

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 14:09 WIB

IJABI: Syiah Tidak Terlibat dalam Penyerangan Az Zikra

IJABI: Syiah Tidak Terlibat dalam Penyerangan Az Zikra

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 13:59 WIB

Terkini

Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan

Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:47 WIB

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk

NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:44 WIB

Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto

Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:15 WIB

Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan

Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 07:24 WIB

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB