Rachmawati Tuding Megawati di Balik Konflik KPK-Polri

Siswanto, Erick Tanjung

Kamis, 19 Februari 2015 | 16:05 WIB
Rachmawati Tuding Megawati di Balik Konflik KPK-Polri
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri rayakan HUT PDI Perjuangan ke 42 di kantor DPP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Rachmawati Soekarnoputri menyerang kakak kandungnya, Megawati Soekarnoputri, dengan menyebut Megawati berada di balik konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri.

"Yang jadi masalah dari kegaduhan ini sebetulnya Megawati, Ketua Umum PDIP‎ itu. Bagaimanapun hal ini sudah jadi rahasia umum kedekatan keduanya (Mega dengan Budi Gunawan)," kata Rachmawati di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2015).

Komjen Budi Gunawan yang waktu itu ditunjuk Presiden Joko Widodo adalah mantan ajudan Megawati ketika masih menjadi Presiden RI. Menjelang fit and proper test di DPR, Budi ditetapkan KPK menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi. Entah kenapa Jokowi tidak membatalkan penunjukan Budi ketika itu, meski ditentang keras kelompok antikorupsi, hingga akhirnya hubungan KPK dan Polri memanas.

Lebih jauh, putri Bung Karno itu menduga penetapan status tersangka kepada Ketua KPK Abraham Samad oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan merupakan bagian dari upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK.

Menurut Rachmawati, Samad sengaja dijadikan target operasi karena menjelang Pemilu Presiden tahun 2014, Samad pernah mengumumkan ke publik bahwa KPK tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dan akan memeriksa Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Praduga saya ada upaya melemahkan KPK, itulah kenapa Samad di TO (target operasi). Karena waktu jelang pilpres, beliau itu (Samad) mengurungkan bahwa kasus BLBI akan diproses dan akan panggil Mega jadi saksi untuk diperiksa," katanya.

"Tujuannya mengobok-obok KPK-Polri ini agar pemberantasan korupsi kandas. Sekarang ini kembali ke Presiden, dia punya political will untuk pemberantasan korupsi nggak," kata Jokowi.

Rabu (18/2/2015), Presiden Jokowi akhirnya membatalkan pelantikan Budi sebagai Kapolri. Jokowi lalu menunjuk Badrodin sebagai calon baru Kapolri. Kemudian, Presiden akan menyampaikan keputusannya kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.

Presiden juga telah menonaktifkan dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Untuk mengisi kekosongan pimpinan, Jokowi menerbitkan peraturan presiden pengganti undang-undang untuk mengatur tentang penunjukan pimpinan sementara demi keberlangsungan kerja KPK.

Setelah itu, diikuti dengan penerbitan tiga keputusan presiden untuk mengangkat tiga pimpinan sementara KPK, yaitu Taufiequrrahman Ruki, Indriyanto Seno Adji, dan Johan Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK Yakin Taufiqurrahman Ruki Bisa Perbaiki Hubungan KPK-Polri

JK Yakin Taufiqurrahman Ruki Bisa Perbaiki Hubungan KPK-Polri

News | Kamis, 19 Februari 2015 | 15:48 WIB

Rachmawati Dengar Kabar Budi Gunawan akan Dijadikan Wakapolri

Rachmawati Dengar Kabar Budi Gunawan akan Dijadikan Wakapolri

News | Kamis, 19 Februari 2015 | 15:16 WIB

Budi Gunawan Jadi BG, Jusuf Kalla Jadi JK, Badrodin Haiti?

Budi Gunawan Jadi BG, Jusuf Kalla Jadi JK, Badrodin Haiti?

News | Kamis, 19 Februari 2015 | 14:22 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

×